Senin, 23 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik
Tradisi Bandungan di Kelurahan Lumpur

Berdoa dan Mensyukuri Hasil Laut Melimpah

Senin, 16 Apr 2018 13:34 | editor : Aries Wahyudianto

Warga Lumpur saat melakukan tradisi Bandungan di Pantai Lumpur, Pesisir Utara Kota Gresik dengan mengirim aneka makanan khas dalam perahu ke tengah la

SEMARAK: Warga Lumpur saat melakukan tradisi Bandungan di Pantai Lumpur, Pesisir Utara Kota Gresik dengan mengirim aneka makanan khas dalam perahu ke tengah laut, kemarin. (Esti/Radar Gresik)

Ada tradisi di wilayah pesisir Lumpur yang sudah berlangsung sejak lama. Yakni, tradisi Bandungan atau petik laut. Ini merupakan kegiatan nelayan sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil laut.

TRADISI Bandungan digelar  kembali pada Minggu pagi. Kemeriahan terlihat saat para warga membawa aneka ancak berisi makanan, perlengkapan rumah tangga yang digunakan sebagai bagian ritual Bandungan. “Tradisi Bandungan merupakan wujud syukur atas hasil laut yang diperoleh nelayan,” ujar sesepuh Kelurahan Lumpur, Abdul Majid.

Laki-laki 63 tahun ini mengatakan, tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun. Bedanya dengan petik laut di daerah lain, tradisi Bandungan biasanya dibarengi dengan pelepasan miniatur perahu berisi jajanan pasar. Ada kue kukus, lemper, nagasari dan banyak macam lainnya yang mudah ditemukan di pasar.

Miniatur perahu tersebut, kata dia,  didoakan terlebih dahulu oleh sesepuh Kelurahan Lumpur. Selanjutnya ancak miniatur perahu dilepaskan di perairan Gresik. Kemudian, setelah pelepasan para nelayan Kelurahan Lumpur bersantap bersama dengan menu masakan khas pesisir. Dan, semua itu mereka lakukan di tengah laut. “Ini merupakan wujud keakraban dan kekompakan antar nelayan,” lanjut dia.

Majid menerangkan, Bandungan yang dilakukan nelayan setempat ini merupakan ajang merawat tradisi. Mengingat, tradisi ini sudah dilakukan warga sejak ratusan tahun lalu bahkan nelayan daerah lain dan warga ikut bergabung. "Saya berharap tradisi Bandungan ini tetap dilestarikan oleh nelayan kelurahan Lumpur," harapnya.

Tradisi ini sepertinya sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Banyak masyarakat umunm yang ingin tahu, mulai dari orang dewasa hingga anak-anakj yang antusias melihat. Warga Kelurahan Lumpur, Gresik dan sekitarnya terlihat menikmati tradisi Bandungan ini.

Salah satu nelayan setempat, Imron Hamzah, 36, berharap Bandungan Khas Lumpur yang dilakukan setiap tahun ini diharapkan Majid, bisa menjadi wisata kebudayaan. "Seandainya tradisi ini bisa dijadikan wisata budaya pasti lebih bagus," tuturnya.

Warga yang tergabung dalam Paguyuban Balai Gede ini mengaku, kegiatan yang tepatnya dilakukan di Balai Cilik, Lumpur. Dia sudah 5 tahun inmenjadi nelayan Lumpur dan melakukan tradisi ini. “Karena banyak tetangga dan nelayan lain yang bercerita tentang tradisi ini, maka setiap tahunpun saya tunggu-tunggu Bandungan ini, berharap hasil laut semakin melimpah dan diberkahi,” tutup dia. (est/ris)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia