Selasa, 24 Apr 2018
radarsurabaya
icon-featured
Features Surabaya

Primadona karena Murah, Premium Masih Dibutuhkan

Minggu, 15 Apr 2018 22:48 | editor : Abdul Rozack

BUTUH: Mulai dikuranginya bahan bakar jenis premium di beberapa SPBU memberikan dampak yang kentara terhadap pelanggan pengguna premium, khususnya pen

BUTUH: Mulai dikuranginya bahan bakar jenis premium di beberapa SPBU memberikan dampak yang kentara terhadap pelanggan pengguna premium, khususnya pengendara kendaraan angkutan umum. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Mulai dikuranginya bahan bakar jenis premium di beberapa SPBU memberikan dampak yang kentara terhadap pelanggan pengguna premium, khususnya pengendara kendaraan angkutan umum. 

Rizki Ramadan, salah satu pengemudi angkutan umum, mengeluh. Ia mengaku, kesulitan mencari BBM jenis premium dalam beberapa waktu terakhir. Setiap SPBU yang ia sambangi mengklaim tak lagi menyediakan BBM dengan kadar oktan 88 tersebut. "Kadang ada beberapa SPBU yang menyediakan premium di jam-jam tertentu saja. Jadi biasanya di jam-jam tersebut, saya dan teman-teman sesama driver harus antri panjang," akunya di Surabaya, (14/4).

Dengan harga Rp 6.550 per liter, premium masih menjadi primadona karena harganya yang relatif murah. Tidak heran, penggunaan BBM jenis premium dapat membantu meringankan beban operasionalnya sehari-hari. Apalagi, saat ini, permintaan jasa transportasi online tengah bersaing ketat. Namun diakuinya, saat ini banyak masyarakat pengguna BBM jenis premium yang sudah beralih ke BBM jenis pertalite. 

"Ya karena sekarang susah dapat dan sekalinya dapat harus ngantre, banyak yang terpaksa beralih juga," imbuhnya.

Setali tiga uang, Rizal Rachmadi juga mengaku mengalami hal serupa. Mahasiswa tingkat akhir itu pun mengaku kesusahan mendapatkan premium belakangan ini. Sehingga, mau tak mau ia harus menggunakan BBM jenis lain yang lebih mahal. Meskipun demikian, ia tidak menyesal telah mengubah konsumsinya ke BBM jenis lain. "Memang lebih mahal sih, tapi tarikan mesin saya jadi lebih bagus," paparnya.

Namun di lapangan juga tidak sedikit ditemui pelanggan yang tidak peduli terhadap RON BBM maupun harga masing-masing jenis BBM. Seperti Alfian Rahman. Ia mengaku tidak terlalu ambil pusing dengan selisih harga masing-masing jenis BBM dan RON di masing-masing jenis BBM. Menurutnya, efisiensi waktu lebih utama. "Ya kalau di SPBU saya lihatnya mana yang nggak antri ya itu yang saya beli, mau itu premium, pertalite, ataupun pertamax kalau lagi buru-buru ya apa aja yang bisa cepetlah," akunya. (*/opi)

(sb/cin/jek/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia