Rabu, 25 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya
Pemilihan Putri Nusantara Anak

Wawasan dan Penampilan Harus Oke

Jumat, 13 Apr 2018 16:39 | editor : Wijayanto

FASHION ANAK: Sejumlah anak berjalan di atas catwalk dengan mengenakan busana wastra Nusantara dalam rangkaian Women's Week di Atrium Royal Plaza Surabaya.

FASHION ANAK: Sejumlah anak berjalan di atas catwalk dengan mengenakan busana wastra Nusantara dalam rangkaian Women's Week di Atrium Royal Plaza Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Untuk menjadi model, wajah dan penampilan saja tidak cukup. Dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan dalam membawa diri. Itulah yang terlihat dalam pemilihan Putri Nusantara kategori anak dalam rangkaian Women’s Week 2018 di Royal Plaza Surabaya, Kamis(12/4).

Dalam pagelaran tersebut, sebanyak 62 anak berlenggak-lenggok dengan cantik memamerkan busana wastra Nusantara. Buana yang mereka kenakan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti batik Jawa, motif khas Bali, songket, tenun dari Papua dan masih banyak lagi.

“Kategori yang dikenakan dalam perlombaan ini adalah wastra Nusantara. Mereka bebas mengenakan kain tradisional dari berbagai daerah yang dikreasikan sebaik dan semenarik mungkin,” ujar Dian Natalia, praktisi desain selaku juri dalam perlombaan tersebut.

Peragaan busana yang diikuti oleh anak usia 7 hingga 13 tahun ini dikemas dengan cara yang lain. Biasanya perlombaan fashion show hanya berfokus pada busana, namun kali ini, wawasan kedaerahan peserta juga masuk sebagai poin penilaian.

“Jadi kategori penilaiannya ada dua, wawasan Nusantara, ini kita ambil melalui tes tulis sebelum perlombaan dimulai. Penilaian selanjutnya adalah penampilan saat di catwalk,” imbuh Safrizal Roji Tuasikal, fashion desainer yang juga menjadi juri dalam acara tersebut.

Untuk kategori penampilan, dewan juri melihat kemampuan peserta dalam mebawakan busana yang dikenakan. Selain itu ada gestur, pembawaan dan kepercayaan diri di atas panggung.  Keserasian  makeup dengan usia juga masuk dalam penilaian.

“Bagaimana sebuah busana yang nampak biasa menjadi menarik saat ditampilkan,” imbuh Rozi. (is/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia