Senin, 23 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Emil Tolak Anggapan Debat Kusir dengan Puti

Jumat, 13 Apr 2018 11:23 | editor : Wijayanto

PASLON: Khofifah dan pasangannya, Emil Elestianto Dardak.

PASLON: Khofifah dan pasangannya, Emil Elestianto Dardak. (DOK)

SURABAYA - Debat pertama Pilgub Jatim 2018, Selasa (10/4) lalu dinilai beberapa pihak cukup panas. Terjadi adu argument sengit antara calon wakil gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dengan calon wakil gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno. Tidak mau disebut debat kusir, Emil menganggap bahwa itu sebagai sebuah seni. 
“Karena esensi dari sesi debat kemarin itu memang sesi debat bebas. Jadi tidak ada aturan baku berapa waktu yang dialokasikan untuk masing-masing pembicara. Disitulah esensi debatnya,” ujar Emil saat ditemudi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (12/4).
Suami Arumi Bachsin ini pun menganggap situasi debat saat itu tidak bisa disebut sebagai debat kusri. Sebab, ketika terjadi sebuah debat dan salah satu calon mengganggap durasi waktunya terancam. Maka tentu harus segara masuk. “Tapi disinilah saya rasa kemudian seninya. Bagaimana untuk tidak terlalu menutup ruang bagi pembicaraan lawan. Disini makanya seandainya ada pertanyaan yang dirasa tidak menjawab porsi pertanyaan itu ada disisi penaya wajar apabila ditanyakan lagi,” bebernya.
Baginya, diwaktu debat merupakan kesempatan bagi pesertanya untuk membangun kerangka berpikir di depan masyarakat. Oleh karenanya bukan satu pihak saja, tapi secara interaktif saling bersahutan argument.
Kendati demikain, meski sempat terjadi perdebatan sengit, bukan berarti meruncing situasinya setelah debat dengan Puti. Keadaannya harus tetap akrab. Karena itu hanyalah sebuah debat, yang harus ketika selesai maka usai sudah dan harus diakhiri dengan baik-baik. “Jadi jangan disamakan itu emosi. Bukan. Itu adalah suatu permainan intonasi yang merupakan seni dari sebuah perdebatan. Tentu itu (masyakarat) bukan pertama kalinya melihat perdebatan,” urainya.
Namun, menurutnya, Karena debat kemarin itu head to head, sehingga terlihat cukup seru. “itu yang saya lihat,” ungkapnya. Tetapi secara subtansi Bupati Trenggalek non aktif ini cukup puas terkait yang telah dipaparkan. “Kita berkesempatan untuk melontarkan kesempatan dan memastikan ketika lawan debat kita bisa di counter untuk menguji dasarnya valid atau tidak. Kalau pertanyaan itu tidak terjawab, masyarakat bisa menilai langsung,” sebutnya.
Emil mengaku, dirinya berusaha untuk mengambil serta memetik hal positif dari debat. Tujuannya untuk perkuat soliditas dan menyempurnakan program kerja Khofifah-Emil. Dia pun bersyukur diberi kesehatan sehingga bisa tampil optimal saat debat. (bae/nug)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia