Rabu, 25 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle
Kanti Sehat Sekolah

Ratusan Kantin Masih Belum Penuhi Standar

Jumat, 23 Mar 2018 09:12 | editor : Aries Wahyudianto

Kantin sekolah milik SMA NU 1 Gresik, menjadi salah satu kantin sehat yang memenuhi standar kelayakan kesehatan.

TERPANTAU: Kantin sekolah milik SMA NU 1 Gresik, menjadi salah satu kantin sehat yang memenuhi standar kelayakan kesehatan. (Esti/Radar Gresik)

Pemerintah terus menghimbau kepada siswa agar tidak jajan sembarang. Namun sayangnya himbauan ini tidak dibarengi dengan pemenuhan kualitas kantin sehat sekolah.

SAMPAI saat ini masih ada ratusan kantin sekolah yang belum memenuhi standar sebagai kantin sehat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) masih ada sekitar 163 kantin sekolah yang belum memenuhi standar kantin sehat. Dari total 632 kantin sekolah baru sekitar 469 kantin yang sudah memenuhi standar.

“Kami masih mengupayakan agar seluruh kantin bisa memenuhi standar kantin sehat,” ujar Kepala Dinkes Gresik dr Nurul Dholam.

Dijelaskan, kantin yang sehat harus memenuhi beberapa kualifikasi. Salah satunya kondisi lingkungan. Tempat penyimpanan makanan harus dalam keadaan tertutup. Harus bersih dan bebas dari lalat maupun serangga yang bisa mencemari makanan.

Selain itu, kantin sehat harus memiliki fasilitas sanitasi yang memadai. Seperti ketersediaan air bersih dan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun. “Pembuangan air kotor juga tidak boleh mencemari lingkungan,” papar dia.

Ia mengatakan, kantin yang belum memenuhi kriteria layak sehat akan terus dibina. Melalui pembina unit kesehatan sekolah (UKS), pengelola kantin akan diberi penyuluhan secara berkala. ”Akan terus dipantau,” jelasnya.

Di lain tempat, Kepala Sumber Daya Kesehatan Rumiyati menyebut, jumlah kantin sehat terus meningkat. Sebelumnya di tahun 2016 hanya ada 430 kantin sehat yang memenuhi syarat dari 613 kantin yang ada di sekolah. “Kami terus lakukan pembinaan,” urainya.

Menurutnya, pengawasan makanan dan minuman (mamin) di kantin sekolah lebih mudah dibandingkan di luar sekolah. Karena itu, para siswa tetap dihimbau agar lebih hati-hati ketika mengkonsumsi jajanan di luar lingkungan sekolah.

Terdapat beberapa mamin yang perlu diwaspadai. Salah satunya, minuman yang berwarna-warni. Seperti es sirup berwarna merah, kuning atau warna lain. Pewarna tekstil kerap kali dijumpai pada jenis minuman tersebut. “Bahan pengawet maupun pewarna menjadi salah satu pencetus penyakit kanker. Bahan tersebut mengandung karsiogeni, terjadi dalam jangka panjang,” kata dia. (est/rof)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia