Minggu, 25 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Manager Perusahaan tapi Gaji Donwori Ndak Jelas, Istripun Tak Puas

Kamis, 15 Feb 2018 06:05 | editor : Abdul Rozack

Donwori edisi manager dengan gaji ndak jelas

Donwori edisi manager dengan gaji ndak jelas (Grafis: Fajar)

Stereotype kebanyakan orang pada anak orang kaya adalah hidup mewah dan tak perlu susah-susah cari kerja. Mereka toh akan melanjutkan bisnis orang tuanya. Tapi apa yang dibayangkan sering kali tak sesuai dengan realita. Seperti yang dialami Donwori ini. 

Ismaul Choiriyah - Wartawan Radar Surabaya 

Sang istri, Karin,28, sedang mendiskusikan urusan perceraiannya bersama kuasa hukumnya di ruang tunggu Pengadilan Agama Kelas 1 Surabaya. Ia memutuskan untuk menggugat cerai suaminya, Donwori,32 karena merasa tak puas dengan kehidupan ekonominya bersama suaminya.

Akar permasalahan keretakan hubungan rumah tangga pasutri baru ini adalah karena Suaminya, Donwori, tak memiliki kekayaan tetap. Suaminya, saat ini adalah seorang manajer di perusahaan milik orang tua Donwori. Meski dari luar terlihat mentereng dengan segala fasilitas yang berkecukupan. Namun karin mengaku, semua harta kekayaan yang dimiliki suaminya bukan hak Donwori sepenuhnya, melainkan masih milik mertua. 

“Ya benar, kita punya rumah, punya mobil, tapi semua itu statusnya milik orang tua. Bukan milik kami,” jelas perempuan dari Kertajaya ini.

Karin mengaku, selama ini penghasilan suaminya tidak jelas. Meskipun bekerja siang malam, tidak ada hitung-hitungan dari setiap pekerjaan yang Donwori lakukan. Hal itu membuatnya gregetan. Karena yang namanya rumah tangga, banyak keperluannya, banyak juga yang dikeluarkan. 

Ia menambahkan, gaji yang diterima Donwori selama satu bulannya tidak tetap, sesuai dengan transfer yang diberikan orang tuanya. 

“Ya mungkin mereka masih terbawa alur saat belum menikah. yang bekerja suka rela dan tiap bulannya dapat jatah dari orang tua. Tapi mbok ya dibedakan, sekarang sudah beristri. Ada yang ditanggung, gak bisa seperti itu lagi,” jelas perempuan yang telah menikahi Donwori selama dua tahun ini. 

Sempat berkali-kali uneg-uneg ini Karin sampaikan kepada Donwori. Ia juga menyarankan suaminya itu untuk meminta kejelasan masalah gaji kepada orang tua atau mending cari pekerjaan di tempat lain saja. Bukannya perubahan yang Karin terima, malah ungkapan pesimistis  disampaikan oleh Donwori.

“Dia ngerasa gak enak ngomong orang tua, katanya sama orang tua sendiri kok itung-itungan. Saya suruh pindah kerjaan yo emoh, sulit nyari kerjaan zaman sekarang, kilahnya,” jelas Karin kesal.

Karin mengaku realistis saja menjalani hidup. Jika sampai ke depan status kekayaannya begini-begini saja. Ia memilih meninggalkan Donwori dan mencari pria yang lebih mapan dan tidak lembek macam suaminya.  Ia mengaku tak kuat jika ke depannya tetap tidak ada perubahan dalam hal ekonomi keluarganya. “Ya daripada sampai tua gak dapat apa-apa, mending saya pisah saja,” pungkasnya.(*/no) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia