Sabtu, 24 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jadi Budak Napi, Sipir Lapas Porong Divonis 9,5 Tahun

Kamis, 15 Feb 2018 02:40 | editor : Abdul Rozack

TERTUNDUK: Terdakwa Arwin Rahmadha saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya

TERTUNDUK: Terdakwa Arwin Rahmadha saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Terdakwa Arwin Rahmadha,33, tertunduk lesu di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (14/2). Ekspresi pria asal Jalan Pandugo Timur III Nomor 19 Surabaya atau Asrama Lapas Porong Jalan Pemasyarakatan III nomor 5 B Porong, Sidoarjo itu ditunjukkan setelah mendengarkan vonis hakim. Sipir Lapas Porong ini divonis selama 9,5 tahun penjara dan denda Rp 800 juta karena menjadi perantara peredaran narkoba di dalam lapas. 

Hukuman berat tersebut diterima terdakwa Arwin setelah ia melalui serangkaian sidang, mulai dakwaan, pemeriksaan saksi hingga tuntutan. kemarin, hakim memutuskan jika Arwin terbukti bersalah dan melanggar Pasal 112 Ayat 2 UU RI Nomor 35, Tahun 2009, tentang Penyalahgunaan Narkoba. 

"Untuk itu, terdakwa divonis penjara selama 9,5 tahun dan denda Rp 800 juta untuk mengganti masa tahanan (subsider, red) selama tiga bulan," tegas Ketua Majelis Hakim Pujo Saksono. 

Meski dirasa berat, namun vonis yang dijatuhkan kepada Arwin tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebab jaksa penuntut umum (JPU) Ratna Fitri Hapasari sebelumnya menuntut 14 tahun penjara. Menanggapi putusan tersebut, terdakwa mengatakan akan pikir-pikir dahulu. 

Sebelumnya, Arwin ditangkap pada Juli 2017 lalu di parkiran RS Sidoarjo Jalan Mojopahit. Dia ditangkap petugs BNNP Jatim sesaat menerima SS seberat 21 gram dari seorang  pengedar. SS tersebut disembunyikan dalam bungkus rokok. Rencananya  SS tersebut akan diantarkan kepada  Edward, salah satu napi di Lapas Porong atas kasus yang sama.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia