Minggu, 25 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Dilebarkan untuk Atasi Kemacetan Lalu Lintas

Kamis, 15 Feb 2018 03:35 | editor : Lambertus Hurek

KURANGI KEPADATAN: Pekerjaan pelebaran Jalan Jati yang sudah dilakukan sejak Senin (12/2) lalu. Pelebaran sekitar 3 meter ini dimulai dari bawah jalan tol hingga depan Perumahan Pondok Mutiara.

KURANGI KEPADATAN: Pekerjaan pelebaran Jalan Jati yang sudah dilakukan sejak Senin (12/2) lalu. Pelebaran sekitar 3 meter ini dimulai dari bawah jalan tol hingga depan Perumahan Pondok Mutiara. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Salah satu titik kemacetan di Sidoarjo adalah di Jalan Jati. Pada jam-jam sibuk, jalan ini tidak pernah sepi dari kendaraan. Untuk mengatasi hal tersebut, tahun ini pelebaran jalan mulai dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, akhir tahun lalu pihaknya bersama dengan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Jasa Marga serta Dinas PU Provinsi Jatim sudah melakukan survei lokasi. “Ada sejumlah jalan milik provinsi yang akan dilebarkan. Salah satunya adalah di Jalan Jati,” ungkapnya.

Pekerjaan pelebaran jalan tersebut sudah dilakukan sejak Senin (12/2) lalu. Pengerjaannya mulai bawah jalan tol hingga depan Perumahan Pondok Mutiara. Jalannya dilebarkan sekitar 3 meter untuk badan jalan. "Panjang jalan yang dilebarkan sampai 150 meter," katanya.

Sigit menjelaskan, dalam proses pelebaran jalan itu, Pemkab Sidoarjo bertugas membebaskan lahan. Sebagian besar lahan yang akan digunakan adalah Prasarana dan Sarana Umum (PSU) perumahan. Seperti yang saat ini dikerjakan oleh Jasa Marga. 

Sigit melanjutkan, Jasa Marga mengerjakan pelebaran jalan hanya di sisi selatan. Sedangkan di sisi utara akan dikerjakan oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim. Namun Sigit belum bisa memastikan kapan pekerjaannya akan mulai dilaksanakan.

Diakuinya, adanya pelebaran jalan ini akan membantu memperlancar arus lalu lintas di Jalan Jati. Sebab jalan tersebut dilewati oleh banyak kendaraan dari Sidoarjo yang menuju ke Krian atau Sukodono dan sebaliknya. Tidak hanya kendaraan kecil, banyak juga kendaraan besar yang lewat.

Selama ini, jika terjadi kemacetan, rekayasa lalu lintas langsung dilakukan. Misalnya kendaraan dari arah barat yang dibelokkan dulu ke perumahan KNV.

Tidak hanya di Jalan Jati, Dinas PUPR juga akan segera melakukan proses pembebasan lahan di Jalan Pahlawan. Lokasi tersebut menjadi target pelebaran jalan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi. Sigit berharap pembebasan lahan bisa berjalan dengan cepat. "Sehingga tidak akan terjadi antrean kendaraan," pungkasnya. (nis/jee) 

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia