Minggu, 25 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Ingin Punya Klinik Kesehatan Sendiri

Adinda Ayu Noveriera, Bidan Yang Nyambi Presenter TV

Kamis, 15 Feb 2018 03:20 | editor : Lambertus Hurek

Bidan Dinda sibuk memeriksa pasien.

Bidan Dinda sibuk memeriksa pasien. (mus purmadani/radar sidoarjo)

Muda dan berprestasi. Itulah ungkapan yang tepat bagi Adinda Ayu  Noveriera. Meski sibuk menjadi bidan di salah satu rumah sakit swasta di Sidoarjo, perempuan kelahiran 9 November 1992 ini juga menjadi presenter televisi lokal di Surabaya.

Mus Purmadani

Wartawan Radar Sidoarjo 

DINDA, begitu sapaan akrabnya, tak pernah menyangka jika akan masuk ke dunia televisi. Semua itu datang secara tiba-tiba. Sebagai anggota Ikatan Guk Yuk Sidoarjo (IGYS), suatu ketika  IGYS diundang untuk sebuah program televisi. 

"Saya pikir cuma sebagai audiens. Ternyata disuruh baca dialog," kata alumnus D3 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Rabu (14/2).

Yang mengesankan, ketika mau ganti clip on. Produser meminta Dinda tidak melepas mikrofon mini itu. Di akhir segmen, ternyata wanita 25 tahun ini diduetkan dengan presenter asli televisi tersebut. "Saat itu Kamis, kemudian Senin saya ditawari gabung sebagai presenter program Muslim. Saya gak balas SMS itu. Saya konfirmasi keluarga dan pukul 11.00 saya bilang iya," imbuhnya.

Dinda mengaku tidak pernah membayangkan jadi presenter. Juga tidak pernah mendalami teori-teori untuk menjadi presenter atau reporter televisi. "Saya kira mudah, ternyata susah. Bener-bener otodidak, mulai dari Vlog. Ternyata beda dengan inframe di kamera. Groginya luar biasa," tutur anak ketiga dari lima bersaudara ini 

 Lulus SMA, Dinda memutuskan untuk melanjutkan D3 Kebidanan. Ia mengaku tertarik menggeluti profesi ini karena jiwa sosial yang tertanam dalam dirinya. "Dasarnya saya suka bayi dan saya ingin memberi sentuhan kasih sayang kepada ibu yang hendak melahirkan. Dan ini tugas mulia," ujar perempuan yang sudah tiga tahun menjadi bidan ini.

Banyak pengalaman mengesankan ketika praktik menjadi bidan di  rumah sakit. Khususnya saat menangani ibu yang sedang  melahirkan. "Ada yang pendarahan. Nah, seorang bidan harus  tenang dan profesional. Dan pulang sudah kembali sehat itu  menjadi kebahagiaan bagi saya," katanya.

Sedangkan pengalaman mengesankan menjadi presenter, menurut dia, saat syuting di Malang. "Groginya luar biasa karena saat itu banyak sekali warga yang melihat prosesnya," kenangnya.

Meski asyik bergaya di depan kamera sebagai presenter, Dinda mengaku lebih memilih bidan ketimbang presenter. Jadi presenter  hanya sebagai selingan. Dia melakukannya di sela-sela tugas  pokoknya sebagai bidan. "Tapi kalau bisa berjalan beriringan.  Ketika libur jadwal bidan, saya gunakan untuk tapping,"  imbuhnya.

Putri pasangan Agus Hariyono dan Masrifatus Sholikhah ini  memiliki target ke depan untuk memiliki klinik sendiri. "Apa pun harus dilakukan dengan ikhlas dan terus belajar agar lebih baik. Jangan pernah gengsi," pungkasnya. (rek)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia