Minggu, 25 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Sidoarjo
Belum Siapkan Tim untuk Liga 3

Persida Masih Tunggu Regulasi PSSI

Kamis, 15 Feb 2018 03:05 | editor : Lambertus Hurek

Para pemain Persida saat berlatih di Stadion Jenggolo Sidoarjo musim lalu.

Para pemain Persida saat berlatih di Stadion Jenggolo Sidoarjo musim lalu. (DOK)

Musim ini Persida Sidoarjo degradasi ke Liga 3. Meski  begitu, tim lama berjuluk Laskar Jenggolo ini tidak  perlu capek-capek mengikuti kompetisi kasta ketiga itu  di Zona Jatim. Sebagai eks Liga 2, Persida langsung  dinyatakan lolos ke Liga 3 Nasional.

Bagaimana persiapan Persida untuk mengikuti Liga 3  musim ini? Rupanya manajemen belum juga melakukan  seleksi pemain. Padahal, Deltras yang juga bermain di Liga 3 sudah melakukan seleksi pemain dan latihan  bersama sejak Januari lalu. The Lobster, julukan  Deltras, bahkan diarsiteki Hanafi, pelatih yang musim  lalu menangani Persegres Gresik di Liga 1.

Saat dihubungi Radar Sidoarjo, Manajer Persida Ibnu  Hambal mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu regulasi dari PSSI pusat terkait status klub-klub Liga 2 yang terdegradasi hingga sistem kompetisi. Karena  itu, pihaknya tidak mau buru-buru melakukan seleksi  pemain dan sebagainya. Termasuk belum jelasnya batasan usia pemain, kuota pemain senior, hingga persyaratan lisensi pelatih.

"Setelah selesainya kompetisi Liga 2, Persida ini masuk  di kelas apa? Ini yang perlu diklirkan dulu. Kita blum  dapat informasi yang akurat," ujarnya kemarin.

Selain Persida, di Jatim terdapat 11 tim eks Liga 2 yang terdegradasi ke Liga 3. Yakni Persepam Pamekasan, PSBK Blitar Kota, Persik Kediri, Persekam Metro FC Malang, Persatu Tuban, Persinga Ngawi, Madiun Putra FC, PSBI Blitar, Persewangi Banyuwangi, Perssu Sumenep, dan Persekap Pasuruan.

Sejumlah pengamat dan penggemar sepak bola berharap manajemen Persida segera melakukan seleksi pemain agar performa Laskar Jenggolo tidak jeblok. Apalagi, saat ini sebagian besar pemain yang bagus sudah bergabung dalam latihan dengan tim-tim Liga 2 atau Liga 3. "Kalau terlambat, ya, Persida sulit mendapat pemain-pemain yang kualitasnya di atas rata-rata," kata Wahyu Sulaiman.

Salah satu faktor jebloknya Persida di Liga 2 musim lalu, menurut pengamat bola yang tinggal di kawasan Gedangan ini, akibat materi pemain yang belum berpengalaman. Mereka diambil dari tim internal Askab PSSI Sidoarjo. Di satu sisi, bagus untuk pembinaan pemain muda, tapi di sisi lain, Persida sulit bersaing dengan tim-tim Liga 2. Itu yang menyebabkan Persida hanya berada di posisi juru kunci musim lalu. (sar/rek)

(sb/sar/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia