Minggu, 25 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Meredup, Perajin Batu Akik Disini Pilih Bertahan karena Hobi dan Seni

Rabu, 14 Feb 2018 20:14 | editor : Abdul Rozack

BERTAHAN: Rochman, salah satu perajin batu akik di Jalan Indrapura tetap tekun menjalani usahanya meski sekarang batu akik sudah meredup.

BERTAHAN: Rochman, salah satu perajin batu akik di Jalan Indrapura tetap tekun menjalani usahanya meski sekarang batu akik sudah meredup. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

SURABAYA –  Meski sudah tidak setenar dulu, perajin batu akik di sentra Batu Akik Indrapura tetap bertahan memamerkan koleksi batunya. Di lokasi yang bersebelahan dengan gedung DPRD I Surabaya itu, terdapat sekitar 70 perajin batu akik yang tetap gigih menjalani kegemaranya itu.

  Kini, usaha kerajinan batu akik memang tak segemilang 2015 lalu, namun hal itu tidak membuat perajin mundur. Rochman, 42, salah satu perajin batu akik yang sudah menekuni usahanya selama 15 tahun itu mengaku tetap bertahan lantaran hobi dan nilai seni yang ada dalam pekerjannya. 

Sementara Maron, 39, ketua Paguyupan Batu Akik Indrapura menegaskan bahwa usah batu alam ini masih akan tetap bisa survive. ”Seni batu akik itu tidak ada matinya, jenisnya banyak dulu bacan yang terkenal, lalu sekarang pirus yang mulai naik begitu seterusnya,” tegasnya

Di lokasi yang juga satu tempat dengan sentra PKL Indrapura Surabaya itu, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis koleksi batu akik muai dari Bacan, Kalimaya, Safir, Zamrud, Pirus, Red Baron, dan masih banyak lagi. Tak hanya menjajakan koleksinya, di tempat itu perajin juga memberikan jasa seperti gosok batu, poles, hingga ganti kerangka batu alam tersebut.

Siapa sangka sentra yang berdiri sejak tahun 1985 itu, pernah memiliki koleksi batu akik yang memiliki harga jual mencapai Rp 600 juta. Bahkan, ada kolektor yang rela tidak menjual walaupun sudah ditawar dengan harga sangat tinggi, karena memang nilai seni dan keindahan yang tak tergantikan. ”Biasanya dipamerkan pada kontes-kontes batu akik, dan sering menang,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihaknya dulu pernah menggelar event level Jatim, guna mengenalkan sentra tersebut. Tak tanggung-tanggung, pengunjung yang hadirpun cukup memadati lokasi itu

Maron menambahkan bahwa pengunjung yang hadir di lokasi  sentra batu akik yang dipimpinnya itu tidak hanya dari daerah setempat, tetapi warga mancanegara pun pernah mengunjungi koleksi perajin akik di tempat itu. Lalu ia juga memiliki harapan agar supaya Sentra Batu Akik Indrapura mampu menjadi salah satu ikon pariwisata di kota pahlawan ini. (son/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia