Sabtu, 24 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Diduga Hendak DIedarkan

Bawa Sabu, Pensiunan Provos Polrestabes Disergap

Rabu, 14 Feb 2018 09:11 | editor : Abdul Rozack

BARANG BUKTI: Polisi mengamankan sabu-sabu dari tangan Warsito Basuki.

BARANG BUKTI: Polisi mengamankan sabu-sabu dari tangan Warsito Basuki. (istimewa)

SURABAYA- Warsito Basuki, 61, terancam menghabiskan masa pensiunya di balik jeruji besi penjara. Sebab mantan anggota Provos Polrestabes Surabaya tertangkap anggota Polsek Tegalsari menyimpan satu poket sabu-sabu (SS). Pria yang tinggal di Jalan Kalilom Gang Mawar ini ditangkap usai melakukan transaksi SS.  

Berdasarkan  informasi yang dihimpun, Wasito disergap oleh Unit Reskrim Polsek Tegalsari pada Senin (12/2) sekitar pukul 23.00. Dia ditangkap di depan Pos Polisi perempatan Simpang Empat Tuwowo, antara Jalan Kenjeran - Kedung Cowek Surabaya. Penyergapan itu dilakukan setelah Unit Reskrim Polsek Tegalsari mendapat informasi adanya seseorang yang membawa SS. 

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mendapatkan ciri-ciri Warsito. Awalnya anggota tak mengetahui jika targetnya adalah pensiunan polisi. Identitas Warsito terungkap setelah ia ditangkap dan sempat mengatakan jika dia adalah anggota polisi. Awalnya Warsito mengaku sebagai anggota polisi aktif, dan bertugas di Provos Polrestabes Surabaya. Namun saat diinterogasi mendalam, Wasito akhirnya mengaku bahwa dirinya sudah pensiun dari kepolisian. 

"Sudah dikroscek ke Polrestabes, memang tersangka pensiunan Provos," ungkap salah satu sumber, Selasa (13/2). 

Pada saat proses penangkapan, Wasito sempat menghindar saat dihadang. Sebab saat itu ia sedang mengendarai sepeda motor. Tak hanya itu, dia juga sempat membuang barang bukti satu poket SS. Namun aksi Warsito diketahui oleh anggota yang melakukan penangkapan terhadapnya. 

Setelah mengamankan Warsito dan satu poket SS tersebut, polisi menggeledah motor tersangka. Dari jok motor, polisi menemukan ditemukan 5 plastik klip kecil kosong. Tidak hanya itu, HP Wasito yang berisi bukti transaksi narkoba juga disita. 

Kapolsek Tegalsari Kompol David membenarkan, jika Wasito itu pensiunan polisi. Setelah mengetahui itu, pihaknya langsung melakukan kroscek. Ternyata benar, sebelum pensiun, Wasito berdinas sebagai Provos di Polrestabes Surabaya. 

"Saat ini, kasusnya masih kita kembangkan. Yang bersangkutan (Wasito, Red) masih kami periksa intensif," terangnya. 

Pemeriksaan intensif terhadap Wasito dilakukan untuk membongkar jaringan yang mungkin saja mengendalikan Wasito selama ini. Sebab, Wasito diduga kuat menjadi pengedar SS. Lima klip kosong kecil yang ditemukan di jok motor diduga untuk memecah SS menjadi poket-poket kecil. 

Berdasarkan informasi lain, Wasito tak hanya kali ini terlibat kasus narkoba. Hal itu sudah dilakukan saat ia masih berdinas di Polrestabes Surabaya. Selain narkoba dia juga sempat terlibat kasus perjudian. Dia pensiun dari kepolisian, sekitar 2-3 tahun lalu.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia