Sabtu, 24 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Pemuda Tanpa Identitas Meninggal Di Masjid Jamik

Rabu, 14 Feb 2018 09:07 | editor : Aries Wahyudianto

Jenazah pemuda tanpa identitas di bawa anggota Polsek Kota ke Puskesmas Alun-alun Gresik.

MATI MENDADAK : Jenazah pemuda tanpa identitas di bawa anggota Polsek Kota ke Puskesmas Alun-alun Gresik. (Yudhi/Radar Gresik)

Jama'ah Masjid Jamik Gresik, Selasa (13/2) kemarin digegerkan dengan kematian pemuda tanpa identitas. Pasalnya, pemuda yang kerap mengikuti pengajian di masjid tersebut meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Alun-alun. Namun hingga kini, petugas kepolisian masih belum bisa mengungkapkan identitas korban.

Menurut informasi yang dihimpun, setelah melakukan sholat subuh korban masih mengikuti pengajian. Kemudian pukul 09.00 korban terlihat duduk dengan kondisi lemas. Pengurus masjid yang melihat sempat menawari minum, tapi ditolak. "Saya tawari minum dan makan dia menolak," kata Nurdiyanto Takmir Masjid Jamik.

Ditambahkan Suyatno (42) petugas keamanan masjid mengungkapkan, sebelum meninggal pemuda tersebut tampak duduk di dalam masjid dengan keadaan memegangi perut. Pemuda yang belakangan diketahui memperdalam ilmu kebatinan itu, tampak kesakitan dengan posisi duduk, dan sujud.

Namun nahas dalam perjalanan korban tidak bisa diselamatkan. Diduga dia mengalami gangguan penyakit lambung sehingga tidak mampu bertahan. "Dalam perjalanan menuju Puskesmas sudah lemas, setelah diperiksa dokter sudah tidak bernyawa," jelasnya.

Suyatno juga mengatakan, kerap melihat korban berkunjung di masjid. Bahkan beberapa kali terlihat mengikuti sholat berjam'ah dan pengajian rutin usai sholat subuh. Namun diakui, korban tidak pernah terlihat mengobrol dengan siapa pun. Ketika hendak diajak komunikasi, pun korban hanya menggeleng dan mengangguk. "Tidak pernah bicara, saya ajak komunikasi hanya pakai isyarat," ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Ipda Yoyok Mardi Priyono Polsek Kota Gresik mengatakan, akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan menghadirkan saksi. Apalagi sebelum meninggal, korban sempat duduk di masjid dengan menahan sakit. "Masih dalam proses pemeriksaan, kita akan mendatangkan semua saksi untuk dimintai keterangan," tuturnya.

Sedangkan identitas korban sendiri hingga kini belum diketahui. Korban selama ini tidak membawa tanda pengenal apapun. Di dalam tas ransel hanya ada peralatan alat mandi, kaos, baju dan sarung. Ciri-ciri korban sendiri berambut gondrong, berjengot dan sulit bicara. Kepolisian hingga kini masih berusaha mencari identitas korban. (yud/rof)

(sb/yud/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia