Sabtu, 24 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Kurang Maksimal, Sertifikasi Aset Pemda Disorot

Rabu, 14 Feb 2018 09:03 | editor : Aries Wahyudianto

Komisi I DPRD Kabupaten Gresik saat melakukan sidak di Dinas Pertanahan, kemarin.

SIDAK : Komisi I DPRD Kabupaten Gresik saat melakukan sidak di Dinas Pertanahan, kemarin. (Rofiq/Radar Gresik)

Minimnya upaya pemerintah daerah dalam melakukan sertifikasi asset tanah mendapat sorotan kalangan DPRD Kabupaten Gresik. Kemarin, Komisi I DPRD Kabupaten     Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Dinas Pertanahan. Hasilnya, mereka meminta anggaran untuk sertifikasi bisa lebih ditingkatkan lagi.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Gresik Ruspandi Sunaryo mengatakan dari 4.000 bidang yang harus disertifikasi, tahun ini Dinas Pertanahan hanya mendapatkan anggaran untuk 50 bidang saja. “Kalau seperti ini kapan sertifikasi asset bisa selesai,” ujarnya usai melakukan sidak, kemarin.

Menurut dia, sudah waktunya pemerintah memperjelas status dan posisi asset-aset milik pemerintah. Sehingga, tidak ada dikemudian hari terjadi perselisihan dengan masyarakat yang menempati asset tersebut. “Kalau dibiarkan saja kan tidak salah masyarakat menempati. Jadi harus diselesaikan,” ungkapnya.

Dikatakan, pihaknya meminta agar anggaran untuk melakukan sertifikasi asset bisa lebih ditingkatkan lagi. Paling tidak, dalam kurun waktu  tiga sampai empat tahun seluruhnya bisa diselesaikan. “Kami nanti akan mendorong dalam pembahasan anggaran di DPRD Kabupaten Gresik,” terangnya.

Ditambahkan, pihaknya juga mengingatkan kepada Dinas Pertanahan agar menyelesaikan program yang sudah dicanangkan tahun ini. Sebab, Komisi I tidak ingin penggunaan anggaran baru dilakukan pada akhir-akhir tahun. “Kami ingin seluruh OPD tertib dalam merealisasikan programnya,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Gresik Tarso Sugito mengatakan terkait kedatangan dewan memang untuk membahas progress realisasi program. Namun, saat ini pihaknya memang masih menyiapkan pemberkasan. “Belum ada realisasi, ini baru memasuki bulan ke dua,” terangnya singkat. (rof)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia