Sabtu, 24 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Uang Belanja 'Cuma' Rp 7 Juta, Istri Donwori Mencak-mencak

Rabu, 14 Feb 2018 08:58 | editor : Abdul Rozack

Donwori edisi 7 juta masih kurang

Donwori edisi 7 juta masih kurang (grafis: Fajar)

“Kurela makan sepiring berdua asal bersamamu”. Rayuan gombal seperti  itu sudah tak relevan lagi diucapkan di zaman now ini. Kini, orang-orang makin realistis, atau materialistis. Banyak cinta datang karena uang, pun lebih banyak cinta luntur karena uang. Kisah ini seperti yang terjadi pada Donwori ini. 

Ismaul Choiriyah - Wartawan Radar Surabaya

Donwori, 39, harus menerima nasib menduda, setelah sang istrinya, Karin, 34  menggugat cerai dirinya karena permasalahan ekonomi. Hubungan pernikahannya dengan Karin yang berjalan selama sepuluh tahun itu harus kandas gara-gara Karin merasa uang belanja yang diterima kurang. 

Donwori, yang bekerja di perusahaan milik pemerintah ini memang memiliki gaji yang mentereng. Ia bisa mengantongi  Rp 13 Juta rupiah tiap bulannya. Tapi, bak peribahasa makin besar kayu makin besar dahannya. Makin banyak penghasilan, makin banyak pula yang dikeluarkan Donwori. Donwori yang ingin hidup nyaman di masa pensiunnya mengalokasikan penghasilnya dalam berbagai investasi, mulai dari saham hingga rumah. Sayangnya, Karin yang diberi uang belanja oleh Donwori Rp 7 juta per bulan, ternyata tidak bisa menerima itu. 

“Saya kasih Rp 7 juta tiap bulannya. Ya saya kira cukup lah. Wong cuma untuk makan  dan belanja sehari-hari” jelas Donwori. Donwori mengaku, istrinya sering uring-uringan karena membandingkan gaji yang diperolehnya dengan apa yang ia terima berbeda sangat jauh.

“Padahal, saya ini ya transparan sekali masalah keuangan. Sudah saya jelaskan itu gaji larinya kemana aja. Ke cicilan apa saja. Tapi dia tak terima,” jelas Donwori menggerutu. 

Donwori paham sekali, mengapa Karin bisa merasa kurang dengan uang itu. Karena gaya hidup Karin yang kelewat sosialita. Istrinya senang sekali membeli barang-barang branded dan nongkrong bersama gengnya. 

“Ya saya paham juga kalau perempuan itu kebutuhannya juga banyak. Butuh untuk keperluan dapur, ngurus rumah, butuh dandan, butuh mejeng, butuh make-up tapi mbok ya jangan berlebihan. Kita kan juga masih sama-sama muda. Masih banyak yang ingin dicicil,” jelas pria asal Ngagel ini seusai proses mediasinya, selasa(13/2).  

Donwori mengaku,  sebenarnya dirinya ingin tetap bersama Karin. Namun ya dengan syarat istrinya mau menerima apa yang Donwori berikan dan hidup lebih sederhana. Sayangnya, Karin tidak sanggup untuk hidup seperti itu. “Ya sudahlah, kalau tidak bisa dipertahankan. Saya ngikut aja gimana maunya,” pungkas Donwori pasrah. (is/no) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia