Sabtu, 24 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Cegah Calo SIM dengan Portal hingga Smart Card

Selasa, 13 Feb 2018 14:27 | editor : Wijayanto

INOVASI: Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pan Pandia (kanan) bersama pemohon baru SIM saat mencoba smart card. Pemakaian smart card salah satu terobosan untuk mengantisipasi praktek calo.

INOVASI: Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pan Pandia (kanan) bersama pemohon baru SIM saat mencoba smart card. Pemakaian smart card salah satu terobosan untuk mengantisipasi praktek calo. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA  - Satlantas Polrestabes Surabaya terus berbenah untuk menghalau dan mencegah terjadinya praktek calo SIM. Terbaru, Satlantas memasang  portal di pintu masuk yang dijaga ketat.
Tak hanya itu, smart card juga dipersiapkan khusus bagi para pemohon. Sehingga dapat dipastikan calo dan pengantar pemohon SIM tak bisa masuk. Aturan Satlantas Polrestabes Surabaya diterapkan mulai hari ini (13/2).
Portal dipasang di jalan masuk permohonan SIM. Portal tersebut dijaga oleh dua hingga tiga penjaga. Tugas penjaga ialaha memeriksa kelengkapan atau persyaratan pemohon SIM, mulai dari surat kesehatan dari dokter dan juga KTP.
Kemudian setelah dipastikan memenuhi persyaratan, petugas yang berjaga di portal tersebut akan memberikan sebuah smart card (kartu pintar) kepada pemohon. Kartu ini digunakan untuk membuka pintu yang sudah didesain sedemikian rupa. Cara kerja kartu ini ialah dengan menempelkan kartu tersebut ke mesin id pass.
Setelah kartu pintar tersebut terbaca, maka  pintu menuju ruang customer service yang akan membantu pemohon SIM mengambil formulir pendaftaran. Setelah pemohon mengisi data, kartu pintar tersebut akan diminta petugas, dan pemohon bisa melakukan proses pembuatan SIM selanjutnya.  
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pan Pandia mengatakan selain untuk menghalau calo, portal dan juga kartu pintar tersebut dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan dan menghindarai kesemrawutan. Sebab dengan diberlakukan aturan semua orang yang tak berkepintingan tak diizinkan masuk.
"Kami pastikan jika bukan pemohon, tak bisa masuk. Temasuk pengantar pemohon," ungkap AKBP Guna Pandia, Senin (10/2).
Pandia juga mengatakan, selain memasang dua perangkat tersebut, internal satpas colombo juga berbenah. Perwira dengan dua melati di pundaknya itu melarang anggotanya yang melakukan pelayanan kepada pemohon SIM agar tidak memegang HP saat jam pelayanan.
"Setiap apel pagi, HP tersebut akan dikumpulkan ke koordinator masing-masing. Hal itu kami lakukan untuk meningkatkan pelayanan dengan maksimal," tandasnya.
Sementara itu, menurut Firman, salah satu pemohon SIM mengaku jika aturan yang dilakukan Satlantas cukup positif. Sebab tak semua orang bisa masuk kecuali Pemohon.
"Cukup bagus inovasinya, dengan ini pemohon bisa mendapatkan pelayanan maksimal dan tentunya bisa memperoleh prioritas," terangnya. (yua)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia