Minggu, 25 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Koalisi Perempuan Deklarasi Menangkan Khofifah-Emil

Selasa, 13 Feb 2018 13:15 | editor : Wijayanto

DAPAT DUKUNGAN: Pasangan Cagub dan Cawagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, menghadiri deklarasi dan konsolidasi Koalisi Perempuan Pemenangan (KPP) Khofifah - Emil di Hotel Garden Palace Surabaya, Senin (12/2).

DAPAT DUKUNGAN: Pasangan Cagub dan Cawagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, menghadiri deklarasi dan konsolidasi Koalisi Perempuan Pemenangan (KPP) Khofifah - Emil di Hotel Garden Palace Surabaya, Senin (12/2). (ISTIMEWA)

SURABAYA - Satu lagi dukungan mengalir kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestanto Dardak. Kali ini adalah Koalisi Perempuan Pemenangan (KPP), Senin (12/2), melakukan deklarasi kemenangan di Surabaya.
Para relawan dari organisasi sayap partai pengusung, seperti Srikandi Demokrat (Demokrat), Wanita Persatuan Pembangunan (PPP), Kelompok Perempuan Partai Golkar (Golkar), Srikandi Hanura (Hanura), Garda Wanita Malahayati (Nasdem), Perempuan Amanat Nasional (PAN).
“KPP ini dideklarasikan oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara kelompok perempuan pada partai koalisi Khofifah-Emil. Targetnya, mencari dan meraup suara, untuk mendukung dan mencoblos tentunya, kepada pasangan Khofifah dan Emil," kata ketua KPP Dewi Masita, Senin (12/2).
Diakuinya, suara kaum perempuan dan pemilih muda memang menjadi target utama dari kelompok ini untuk memilih Khofifah-Emil. Tentunya para kaum perempuan itu menggerakkan badan sayap disetiap partai masing-masing yang berhubungan langsung dengan pemuda.
“Kami yakinlah paling tidak diatas pesaing lah. Harapan kita menang," sebut Masita.
Sementara itu, Calon Gubernur Jatim Khofifah yang turut hadir dalam acara itu menyampaikan, dengan dideklarasikan KKP ini semakin memperkuat tim untuk bertarung di Pilgub Jatim 2018. Terutama kalangan perempuan yang tentunya bakal menjadi kekuatan sendiri di luar partai pengusung.
“Kita bisa lihat rekam jejak perempuan. Biasanya yang banyak hadir di TPS pada hari H itu elemen perempuan,” kata Khofifah.
Kepercayaan diri mantan menteri sosial itu cukup beralasan. Pasalnya, selama ini perempuan dikenal cukup tangguh dan juga memiliki solidaritas serta kohesivitas yang baik. Khofifah pun berharap suara kelompok perempuan ini bisa diikuti dengan gerak nyata di lapangan, yang berujung pada terkonveksi dalam pengumpulan suara pada hari pencoblosan 27 Juni mendatang.
“Saya sampaikan terimakasih inisiasi dari seluruh sayap perempuan partai pengusung yang siapkan format ini. Karena seluruh proses penyelenggaraan semuanya atas inisiasi dari perempuan partai pengusung. Mereka ini telah konfirmasi dari pimpinan partai pengusung mereka hadir dari 38 kabupaten dan kota di Jatim,” terangnya. 
Khofifah meminta, saat kampanye nanti mereka bisa bergerak turun ke lapangan. Melakukan pendekatan door to door ke masyarakat saat kampanye. Ini dirasa sangat efektif, sebab para ibu bisa langsung menyapa tetangga kanan dan kiri. Turun langsung ke pasar menemui pemilih.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Muslimat NU ini juga menyebutkan pihaknya langsung tancap gas setelah penetapan KPU dihari yang sama. Dia mengaku langsung menyiapkan kegiatan rapat kordinasi dengan relawan, pagi sebelum pengambilan nomor urut hari ini. Kemudian beberapa lagi akan bergerak di Jalan Progo Nomor 5 Surabaya untuk meresmikan posko relawan.
“Dari posko tersebut, Relawan setelah itu jalan kaki ke Hotel Mercure (tempat pengambilan nomor urut pasangan calon,Red). Kemudian tanggal 14 saya sudah bilang, kita akan luncurkan Nawa Bhakti Satya, sekaligus peresmian rumah aspirasi Jalan Diponegoro No 9. Sore Insya Allah,” urainya.
Ditempat yang sama, Bakal wakil gubernur Jatim Emil Elestanto Dardak menambahkan, perjuangan para perempuan sangatlah luar biasa. Komitmen yang ditunjukkan sangat nyata. Dirinya pun yakin perempuan di Jatim dan Indonesia bisa membantu membangun. Sebab, tidak bisa dipungkiri ada tiga kekuatan membangun bangsa, yaitu pemuda, perempuan dan netizen. 
“Tiga pilar ini membantu semua aspek mulai usaha, politik dan pendidikan. Tiga komponen itu bisa membantu memajukan Jatim. Kita akan konsolidasi lebih intensif lagi,” kata Emil. (bae/rud)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia