Jumat, 23 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya
Nogogeni dan Sapuangin Mobil Hemat Energi ITS

Siap Rebut Juara Kembali di Laga Shell Eco Marathon Singapura

Selasa, 13 Feb 2018 13:00 | editor : Abdul Rozack

Nogogeni dan Sapuangin Mobil Hemat Energi ITS

Nogogeni dan Sapuangin Mobil Hemat Energi ITS (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) meluncurkan dua mobil kebanggaannya untuk mengikuti laga Shell Eco Marathon 8-11 Maret 2018 di Singapura. Dua mobil yang diluncurkan yakni Nogogeni V dan Sapuangin XI Evo 2, Senin, (12/2).

Ismaul Choiriyah/Radar Surabaya

Peluncuran dua mobil hemat energi ini diresmikan oleh Rektor ITS, Prof Ir. Joni Hermana MSc ES PhD di gedung Rektorat ITS. Peluncuran itu dihadiri oleh jajaran pimpinan ITS beserta seluruh tim.

Joni, mengaku optimis timnya akan membawa kemenangan dalam ajang bergengsi tahunan ini. hal ini karena anak didiknya telah mempersiapkan persiapan segala sesuatunya secara maksimal dan terukur. 

“Melihat kegigihan kedua tim dan prestasi yang telah diukir baik dari tingkat nasional maupun internasional, saya yakin hasilnya akan memuasnya,” kata Joni.

Dalam peluncuran dua mobil ramah lingkungan ini juga dilakukan tes drive sebanyak dua kali dengan rute mengelilingi gedung rektorat ITS. Mobil yang diandalkan menjadi mobil hemat energy ini diharapkan bisa mengharumkan nama bangsa. 

Kedua mobil tersebut akan lebih dulu dikirimkan ke Singapura melalui jalur laut pada 15 Februari mendatang. Sedangkan anggota tim akan berangkat pada awal Maret mendatang. Seperti diketahui, SEM Asia merupakan kompetisi mobil ramah lingkungan karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Asia yang digelar setiap tahunnya. 

ITS Team Sapuangin berencana mengirimkan satu mobil di kelas Urban Gasoline kategori internal combustion engine (ICE), sedangkan Nogogeni ITS Team mengirim satu mobil di kelas Urban Electric kategori battery electric.

Faizal Ibrahim, salah satu anggota divisi Engine and Drivetrain Tim Sapuangin, mengatakan dalam proses pengerjaan mobil ini, tim sempat mengalami beberapa kesulitan. 

“Kami menggunakan mesin seperti saat KMHE (Kontes Mobil Hemat Energi, red) 2017 yakni engine beat pada kategori mobil hybrid. Namun sayang kalau dilepas, jadi kami rakit ulang dengan memanfaatkan mesin-mesin bekas kondisi bagus,” kata mahasiswa Departemen Teknik Mesin angkatan 2014 ini.

Sedangkan  Muhammad Adietya selaku General Manager Nogogeni mengatakan seluruh timnya harus bekerja lebih keras karena adanya perubahan pada desain bodi. 

“Kali ini desain body Nogogeni berbentuk seperti setetes air dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi. Untuk mewujudkannya, kami juga bekerjasama dengan departemen Desain Produk Industri,” ungkap mahasiswa departemen Mesin Industri angkatan 2015.

Kedua tim menyatakan telah mencapai target yang diinginkan dalam ujicoba yang dilakukan menjelang lomba kali ini. Seperti tim Sapuangin yang di bawah bimbingan Ir Witantyo MEngSc, pencapaiannya telah melewati rekor yang dicapai saat menjadi juara KMHE 2017, yaitu 405 km per liter dan mendekati rekor dunia 500 km per liter. 

Sementara untuk mobil tim Nogogeni yang bakal berlaga di kelas urban electric sudah mampu mencapai kecepatan mendekati angka 33 km per jam. 

Untuk perlombaan kali ini, ITS membawa misi berat yakni bisa menyabet gelar juara, terutama ITS Team Sapuangin yang ingin meraih kembali gelar juara yang tahun lalu sempat kandas. 

Dengan persiapan yang matang mulai dari desain mobil, test drive dan kemajuan-kemajuan lainnya, Sapuangin percaya mampu mencapai target 500 km per liter pada ajang kali ini. Begitu pula dengan Tim Nogogeni yang di bawah bimbingan Dedy Zulhidayat Noor ST MT PhD, juga ingin meraih gelar juara di kelasnya dalam kompetisi ini. Termasuk berharap bisa lolos sampai ajang Drivers’ World Championship (DWC) di London, tahun ini. (*/rud)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia