Sabtu, 24 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Imlek Tinggal Sepekan, Amplop Angpao Laris Manis

Senin, 12 Feb 2018 20:14 | editor : Abdul Rozack

Amplop Imlek

Amplop Imlek (ilustrasi)

Menyambut perayaan tahun baru Imlek yang tinggal sepekan, semakin banyak pusat perbelanjaan atau toko yang menghias, memajang dan menawarkan pernak-pernik Tahun Baru Tiongkok itu. Mulai dari busana, sepatu, make-up, tas yang serba merah, hingga makanan khas perayaan Imlek, seperti manisan, permen, dan kue-kue kering sebagai suguhan jika ada handai taulan atau saudara yang berkunjung ke rumah. Juga mulai banyak dijual boneka anjing, amplop merah dengan motif anjing, maupun pernak-pernik Imlek lainnya.

Hotel-hotel juga sudah sejak lama menawarkan program Imlek mereka. Biasanya ada perayaan di hari H, seperti atraksi barongsai atau mendatangkan penyanyi untuk mendendangkan lagu-lagu Mandarin, peramal-peramal untuk mengungkap tabir di tahun baru dan lainnya. Restoran-restoran menawarkan menu-menu khas Imlek, dan masih ada beberapa jenis perayaan lainnya. 

Menyesuaikan dengan shio tahun ini, yaitu tahun anjing tanah, boneka shio anjing laris terjual. Tidak hanya boneka, tetapi juga berupa striker berwarna emas bergambar anjing. Pada umumnya pembeli boneka adalah anak-anak. Namun boneka-boneka ini juga diminati oleh orang tua, dan remaja yang sesuai dengan shionya di tahun ini.

Tidak hanyak boneka dan stiker, setiap tahun menjelang Imlek pernak-pernik terlaris ialah amplop untuk angpau dan lampion. Amplop angpau yang dijual terdapat berbagai macam ukuran dan harga. Dari mulai yang paling kecil hingga berukuran besar. Per bungkus mulai dari harga Rp 8 ribu hingga Rp 35 ribu. Biasanya setiap bungkus berisi 10 amplop.

Lampion juga tak kalah larisnya. Dalam penyambutan Imlek biasanya di kalangan warga Tionghoa membeli lampion untuk hiasan di rumah. Lampion yang dijual juga bervariasi ukuran dan kualitas bahannya, mulai dari harga Rp 60 ribu hingga Rp 500 ribu per pasang. Harga ini untuk lampion yang  terbuat dari bahan kertas. Sedangkan lampion paling mahal seharga Rp 1,5 juta per pasang terbuat dari bahan kain. 

“Yang paling besar itu mahal karena terbuat dari bahan kain beludru. Jadi, kalau terkena hujan atau panas matahari masih awet bertahun-tahun,” jelas Iwan penjaga toko pernak-pernik Imlek di Pasar Atom. 

Ia juga menjual lampion yang dilengkapi dengan hiasan lampu warna-warni, dan lampion berbentuk tabung sepintas mirip dengan petasan.

Dalam tokonya juga terdapat pernak-pernik lainnya, topi khas warga Tionghoa bervariasi warna, antara lain merah dan kuning dengan diselingi warna hitam. Selain itu ia menjual boneka kecil berbentuk kucing yang biasa disebut kucing hoki. Menurut kepercayaan etnis Tionghoa, kucing hoki yang melambaikan tangannya dapat membawa rejeki. (gin/opi).

(sb/ang/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia