Sabtu, 24 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pembangunan Infrastruktur Dorong Harga Properti di Surabaya Timur

Sabtu, 10 Feb 2018 19:50 | editor : Abdul Rozack

TEKEN MOU:Firdaus Fahmi, CMO PT Mahkota Berlian Cemerlang (dua dari kiri) bertukar MoU dengan Indra Syahruzza selaku Dirut PT Adhi Persada Gedung (dua

TEKEN MOU:Firdaus Fahmi, CMO PT Mahkota Berlian Cemerlang (dua dari kiri) bertukar MoU dengan Indra Syahruzza selaku Dirut PT Adhi Persada Gedung (dua dari kanan) didampingi Wahyu Hartanto, COO Puri City (kiri) dalam acara penandatanganan pembangunan. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Pembangunan infrastruktur di kawasan Surabaya Timur membuat harga properti terus menanjak. Imbasnya, developer semakin agresif mengembangkan proyeknya di kawasan ini baik residential maupun komersial. 

Menurut Firdaus Fahmi, chief maketing officer  (CMO) PT Mahkota Berlian Cemerlang –pengembang apartemen Puri City– harga properti di kawasan Surabaya Timur akan terus menanjak. Hal ini imbas dari pembangunan infrastruktur jalan middle east ring road (MERR). Sehingga akses ke kota atau Bandara Juanda semakin mudah. 

Dia mencontohkan apartemen dan lifestyle mall Puri City yang dikembangkan, pada saat awal di-launching tahun 2016, harga per meternya masih Rp 10-12 juta per meter. Sekarang harga unit yang tersisa sudah mencapai Rp 15 -20 juta per meter. 

“Itu masih harga sekarang. Nanti kalau MERR sudah tersambung hingga ke Bandara Juanda, maka harganya akan semakin tinggi. Jadi kenaikannya sudah di atas 20 persen,” kata Firdaus Fahmi usai ground breaking Puri City, Jumat (9/2). 

Dia yakin, kawasan Surabaya Timur akan menjadi primado baru di Surabaya. Sebab property akan semakin tumbuh disini baik untuk hunian maupun komersial. Namun kedepan hunian yang paling banyak di cari yakni apartemen kelas middle sebab harganya masih terjangkau. 

Wahyu Hartanto, chief operating officer (COO) Puri City menambahkan, market apartemen kedepan di Surabaya akan semakin bagus. Pasalnya, harga landed house akan semakin tinggi. Sehingga akan banyak family, profesional, pengusaha muda maupun start-up yang  tinggal di apartemen.  

“Apartemen akan menjadi tren di Surabaya  karena dianggap masih terjangkau, praktis, dan aman. Sebab harga rumah di Surabaya semakin mahal,” kata Wahyu. 

Dia optimistis pembangunan apartemen dan lifestyle mall Puri City yang menelan dana investasi Rp 600 miliar tersebut akan selesai tepat waktu. Serah terima akan dilakukan bertahap mulai kuatlal ketiga tahun 2019. 

Dia juga yakin sisa unit apartemen Puri City sebanyak 200 unit dari total 1.375 unit akan terserap habis tahun ini dengan harga mulai Rp 16 juta per meter persegi. Selain itu, sisa komersial area (specialty shop) sebanyak 100 unit juga akan dihabiskan tahun ini. Harganya mulai Rp 20 juta per meter. 

 “Sekarang kami mulai pengerjaan upper structure. Kami kerjasama dengan Adhi Persada Gedung (APG) karena portofolionya sudah tidak diragukan lagi,” tandas Wahyu Hartanto. (fix/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia