Sabtu, 24 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya
Dilaporkan ke Tim Cyber Crime

Order Fiktif, Akun Driver Online Diperjual Belikan di Facebook

Jumat, 09 Feb 2018 17:51 | editor : Abdul Rozack

NEGO: Penawaran akun driver online di grup facebook.

NEGO: Penawaran akun driver online di grup facebook. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Tim Cyber Crime Satreskrim Polrestabes Surabaya terus melakukan pengembangan kasus order fiktif taksi online. Setelah menangkap tiga tersangka, kini polisi memburu calo yang menjual akun tersebut. 

Dalam perburuan tersebut, polisi menemukan fakta jika akun driver online tersebut tak hanya dijual langsung, face to face, melainkan juga ditawarkan lewat medsos. 

Hasil penelusuran Radar Surabaya, praktik jual beli akun driver tersebut ditemukan dari salah satu grup facebook (FB), dari grup tertutup khusus driver Surabaya tersebut ditemukan banyak orang yang menawarkan akun driver online. Harganya bervariasi mulai dari Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta. 

Berdasarkan informasi, jika mahal atau murahnya akun driver tersebut ditentukan dengan banyak atau seringnya akun tersebut memperoleh order dari customer. Akun driver tersebut dijual beserta email dan nomor handphone (HP). Sehingga ketika driver menjual akunnya maka dia harus merelakan alamat email dan nomor HP. 

Informasi ini kemudian dilaporkan kepada Tim Cyber Crime, Polrestabes Surabaya. Menurut Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut. 

Temuan penjualan akun di medsos tersebut akan digunakan untuk membantu proses penyelidikan. Sebab pihaknya saat ini memburu calo jual beli akun driver, khususnya yang menjadi langgganan yang sudah ditangkap. 

“Selain masih melakukan pemeriksaan tersangka terkait pemalsuan data elektronik, kami juga mencoba memburu calo yang menjual akun kepada korban,” ungkap Iptu Bima Sakti, Kamis (8/2). 

Bima mengatakan,  selain itu pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan taksi atau ojek online untuk mengungkap kasus yang sama. Mulai membeli akun hingga modus menginstall aplikasi tambahan. Sebab diduga praktik atau modus pemalsuan tersebut sudah banyak dilakukan oleh oknum driver online. “Tentunya penyelidikan tak berhenti, kami akan kembangkan kasus ini,” tandasnya. 

Aplikasi tambahan yang didapat dari playstore ini di antara bernama Tuyul atau Satpol-PP. Aplikasi ini bisa untuk mengatur GPS seakan-akan driver dan penumpang melakukan perjalanan. Padahal, driver dan penumpang berdiam diri di satu tempat.

Seperti yang diketahui sebelumnya, setelah dibentuk, Tim Cyber Crime Satreskrimn Polrestabes Surabaya berhasil menggulung sindikat pemalsuan data elektronik dengan modus melakukan order fiktif driver taksi online. 

Dari pengungkapan kasus tersebut, tiga tersangka diamankan. Mereka adalah Liem Andre Aghata, 22, warga Jalan Sutorejo Prima Utara I, Mauriciano Vitorius,23, warga jalan Wijaya Kusuma 2, dan Liem Chandra,32, warga Jalan Kutisari Indah nomor 79, yang juga otak komplotan ini.(yua/rud) 

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia