Sabtu, 24 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Atasi Backlog Rumah, Pemerintah Bangun 18 Rusun di Jatim

Jumat, 09 Feb 2018 16:16 | editor : Abdul Rozack

Grafis: Pemerintah Bangun 18 Rusun di Jatim

Grafis: Pemerintah Bangun 18 Rusun di Jatim (Grafis: Fajar)

SURABAYA-Pemerintah terus mencoba mengatasibacklog (kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat, Red) rumah yang setiap tahun terus bertambah. Maka dari itu pemerintah berencana membangun 18 unit rumah susun (rusun) di Jatim. 

Kepala Satuan Kerja Non Vertikan Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jatim Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Ridwan Dibya Sudharta mengatakan, 18 rusun tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota. Di antaranya Surabaya, Jombang dan Tulungagung masing-masing didirikan dua unit rusun. Kemudian Sidoarjo, Sumenep, Banyuwangi, Pasuruan, Mojokerto, Probolinggo, Malang dan Lamongan ada 1 unit rusun. Serta terakhir adalah Jember dengan 3 rusun. 

“Rusun-rusun tersebut sebentar lagi akan kami lelang, dan kami ditargetkan selesai tahun ini. Juga karena semua lahannya sudah siap,” ujar Ridwan saat rapat kordinasi di Surabaya, Kamis (8/2). 

Pembangunan rusun tersebut, lanjutnya, sesuai dengan rencana strategis penyediaan perumahan berdasarkan RPJMN 2015-2019. Dimana pemerintah menargetkan pembangunan rusun sebanyak 550 ribu unit, yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Selama itu, pemanfaatan lahan perkotaan makin mempersulit warga berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah,” jelasnya. 

Diakuinya, pembangunan rusun tersebut sebagai solusi harga tanah yang terus naik. Ini yang ditengarai mendongkrak harga rumah terus naik. Tercatat, kenaikan harga mencapai 20 persen pertahun. Melihat hal itu, sulit bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. 

Masih menurut Ridwan, selain diperuntukkan bagi MBR, rusun yang dibangun nantinya juga diperuntukkan bagi mahasiswa, santri ponpes serta pekerja. “Saat ini Indonesia sudah mendekati krisis perumahan, karena jumlah backlog perumahan sudah mencapai 15 juta dengan tambahan satu juta pertahun. Rusun ini akan mengurangi jumlah backlog yang terus bertambah,” ungkapnya. 

Pembangunan rusun merupakan salah satu solusi dalam penyediaan hunian vertikal dengan memanfaatkan lahan secara efektif dan efisien. Rusun mampu mewadahi dan mengakomodasi kebutuhan ruang untuk tempat tinggal masyarakat perkotaan secara lebih terkendali, terencana, padat dan terkonsentrasi poada lokasi-lokasi yang tepat. 

“Proyek ini juga mampu meningkatkan nilai-nilai efisiensi terhadap lahan, jaringan transportasi dan infrastruktur perkotaan,” tandasnya. 

Perlu diketahui, pembangunan 18 rusun di Jatim tahun ini meningkat tajam dibanding 2017. Dimana pada tahun lalu pemerintah hanya membangun lima unit rusun. (Bae)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia