Sabtu, 24 Feb 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pasar Indonesia Menggiurkan untuk Bisnis Waralaba

Kamis, 08 Feb 2018 15:45 | editor : Wijayanto

TERUS BERKEMBANG: EVP International Business Texas Chicken, Tony Moralejo (kanan) mencoba pelayanan restoran cepat saji Texas di Surabaya, Rabu (7/2).

TERUS BERKEMBANG: EVP International Business Texas Chicken, Tony Moralejo (kanan) mencoba pelayanan restoran cepat saji Texas di Surabaya, Rabu (7/2). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Pasar Indonesia dinilai masih menggiurkan bagi bisnis waralaba (franchise), khususnya untuk restoran cepat saji spesialisasi ayam goreng. Terbukti, pasar ini terus berkembang untuk perluasan bisnis di sektor ini.
Dedi Hidayah, Regional Franchise Manager Indonesia Texas Chicken mengatakan, pemasaran bisnis waralaba di Indonesia cenderung lebih mudah, karena bisnis sebelumnya lebih dulu telah lama dikenal masyarakat, sehingga bisnis tersebut sudah mempunyai customer based. Dengan kata lain, biaya dan tenaga yang diperlukan untuk membangun reputasi bisnis tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan membangun bisnis baru.
“Prediksi bisnis franchise, khususnya di Surabaya, sangat optimistis. Masyarakat Surabaya terbuka untuk hal-hal baru dan masyarakat Surabaya mempunyai potensi yang besar dengan dinning experience yang baik, bisnis franchise selalu berusaha menyajikan makanan yang fresh dengan aneka menu-menu pilihan,” kata Dedi di Surabaya,  Rabu (7/2).
Karena itu, Dedi menambahkan, pihaknya berani membuka gerai keempat di Surabaya, setelah dibukanya gerai franchise di Tunjungan Plaza 3, Delta Plaza, dan Pakuwon Mall Surabaya.
Hal ini, lanjut dia, menunjukkan bahwa bisnis franchise berkembang sangat cepat dan luar biasa. Selain itu, juga didukung dengan kecenderungan masyarakat terhadap sosial media yang hampir 90 persen berisi seputar food and traveling.
”Dengan kesiapan infrastruktur yang baik, lokasi strategis, dan keamanan makanan yang terjamin, bisnis franchise mengalami peningkatan sekitar 20-30 persen, dan diprediksi akan naik 10 persen setiap bulannya,” ujar dia.
Dedi menambahkan, untuk usaha restoran dan kafe, apalagi di era digital, pertumbuhan dan perkembangannya sudah tidak diragukan lagi. Apalagi, setelah dilakukan perubahan market tren, tampilan sajian, dan kecepatan pelayanan, akan mampu mendorong penjualan. (cin/hen)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia