Rabu, 17 Jan 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Diberi Lampu Hijau Nikahi Bini Muda, Donjuan Malah Fokus 'Onderdil'

Sabtu, 13 Jan 2018 21:19 | editor : Abdul Rozack

Donjuan edisi ejek onderdil bini tua

Donjuan edisi ejek onderdil bini tua (Grafis: Fajar)

Meskipun mendapat fasilitas lengkap dan mewah, tetap saja menjadi istri tua itu menyedihkan. Seperti yang dirasakan Karin, 47, warga Tambak Sari. Karena sering diolok-olok dan dibanding-bandingkan oleh suaminya, Donjuan, 48, dia memutuskan untuk say goodbye. 

Anggun Angkawijaya-Wartawan Radar Surabaya

Didampingi pengacaranya, Karin mendaftarkan gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA) Klas 1 A Surabaya, Jumat (12/1). Wajah cantik Karin yang siang itu dibalut blus warna pink dipadu celana panjang hitam, membuatnya jadi pusat perhatian. Make-up zaman now, kulit putih bersih  dan rambut hitam sebahu nan mengilap menjadi magnet, terutama bagi laki-laki di sekitarnya. Dari tukang parkir depan kantor pengadilan sampai pegawai penerima berkas, mereka berjamaah untuk tak mengedipkan mata. Mereka kompak berkomentar, "Ayu tenan, Rek. Gelem aku, masio dekne rondo. Sik tahes tenan."

Tapi, Karin tak menggubris puluhan pasang mata yang melihat dirinya. Dia tetap duduk santai, sambil sesekali membetulkan posisi rambut yang menutup wajahnya.  "Mau bagaimana lagi, Mas. Saya tetap manusia yang punya perasaan. Suwe-suwe yo loro ati. Mending hidup sendiri, fokus ngurusin usaha," aku Karin, geram. 

Karin mengaku kerap diolok-olok dan dibandingkan dengan istri muda Donjuan yang beda usia 20 tahun lebih muda.  "Tapi, yo sik kalah pengalaman ambek aku, Mas. Goyanganku gak ono sing iso ngalahne." Kali ini Karin mengatakannya diiringi tawa ngakak. 

Karin ngaku diolok-olok hidungnya sudah tidak orisinil. Sudah pernah operasi plastik.  Begitu juga dengan bumper belakang alias bokong, juga dianggap sudah ditambal agar lebih tampak padat dan bulat kayak bakpao. "Padahal saya  sudah izin sama dia. Lah kok diolok-olok onderdil saya palsu semua,"imbuh Karin, kesal. 

Tak sampai di situ saja, Karin juga sering disbanding-bandingkan soal keenceran otaknya dalam mengurusi perusahaan. "Kalau urusan itu, saya masih menang pengalaman. Cobak aja istrinya itu suruh ke lapangan ngurus pabrik, pasti semaput kepanasan. Belum lagi ngadepin karyawan yang banyak laki-lakinya. Sanggup nggak?" tanya Karin. 

Dikatakan Karin, Donjuan bersikap seperti itu sejak dua tahun lalu. Ketika dia menikahi gadis anak rekanannya. Karin memberikan lampu hijau Donjuan, karena dia sudah tidak bisa memberikan anak perempuan. Pernikahannya dengan Donjuan, diberi anak kembar laki-laki semua. Setelah melahirkan, kandungan Karin diangkat karena bermasalah. "Sejak dulu dia kepingin anak cewek. Katanya nggak lengkap kalau cowok semua," beber Karin. 

Sebagai syarat agar Donjuan bisa lancar menikah lagi, Karin meminta satu perusahaan kepada suaminya dan rumah baru yang lebih mewah sekaligus fasilitas lengkap.  "Saya nggak mau satu rumah sama mereka. Itu alasan saya," ujar Karin. 

Setelah punya istri dua, Donjuan membagi waktunya. Tiga hari ke istri tua, empat hari ke istri muda. Kayak lagu Bojo Loro aja nih! Tapi, lama kelamaan Donjuan lebih banyak menghabiskan waktu bersama istri mudanya. Kalau menemui Karin, paling lama dua hari. Pertemuan terakhir Karin dengan Donjuan sekitar sebulan lalu. Jika bertemu pun, pasti ngolok-olok. "Ya saya bales. Eh, dia gak terima. Malah mukul saya," tutur Karin. Karena saling balas akhirnya terjadi adu jotos. "Untung saja nggak saya terusin ke polisi. Bisa tambah malu dia," ucap Karin. (*/opi)

(sb/ang/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia