Sabtu, 20 Jan 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Curi Pakaian Branded Majikan Buat PIL dan Liontin Buat keluarga

Sabtu, 13 Jan 2018 23:20 | editor : Abdul Rozack

TERSANGKA: Suwarti

TERSANGKA: Suwarti (ISTIMEWA)

SURABAYA-Suwarti,42, harus berurusan dengan polisi. Perempuan asal Jombang yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah rumah di Jalan M Thamrin, Tegalsari ini ditangkap setelah kedapatan mencuri.  Suwarti mencuri sebuah pakaian milik majikanya dan sejumlah barang lain seperti liontin. Rencananya pakaian tersebut akan diberikan kepada pria idaman lain (PIL). 

Penangkapan terhadap Suwarti dilakukan pada Senin (8/1). Dia ditangkap setelah ia dilaporkan oleh sekuriti di tempat Suwarti bekerja. Ia dilaporkan lantaran kabur dari rumah setelah diduga mencuri sebuah liontin dan pakaian milik majikannya. 

Setelah mendapatkan laporan tersebut, polisi melakukan pengejaran, tersangka ditangkap di wisata kuliner convention hall Jalan Arif Rahman Hakim. Dia ditangkap dengan barang bukti berupa liontin dan sejumlah pakaian anak-anak milik majikannya.

"Kami amankan tersangka sesaat ia akanpulang ke kampung halamannya di Jombang," ungkap Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede  Juliana, Jumat (12/1). 

Juliana menjelaskan, modus pencurian yang dilakukan Suwarti dengan berpura-pura membersihkan kamar milik majikannya. Saat itu, ia mendapati liontin yang diletakkan di laci kamar majikannya. Kondisi kamar korban memang sepi, lantaran ditinggal ke luar negeri. Selain liontin, ia mengambil pakaian milik majiaknnya. 

"Di rumah hanya ada beberapa pembantu lain dan  sekuriti. Pencurian itu sudah dilakukan secara bertahap, dia mengambil kesempatan ketika majikannya ke luar kota," lanjut Juliana. 

Setelah mengambil liontin tersebut, Suwarti menuju kamar anak-anak majikannya. Di kamar ini, dia mengambil sejumlah pakaian milik anak-anak tersebut. Hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan pembantu lain. 

"Setelah itu, tersangka memasukkan barang-barang tersebut ke dalam tas. Kemudian, ia meninggalkan rumah," tandas mantan Kapolsek Krembangan ini. 

Suwarti mengaku nekat melakukan aksinya lantaran butuh uang untuk biaya hidup keluarganya.  Sebab ia merasa gajinya  tidak cukup. Selain itu, ia melakukan aksinya lantaran ingin memberikan pakaian branded kepada pacarnya.

"Rencanaya, barang-barang tersebut akan saya jual,  sedangkan pakaian milik majikan pria, saya akan berikan ke pacar saya," terang pembantu yang bekerja selama dua tahun tersebut.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia