Rabu, 17 Jan 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Beri Pelajaran, Jengkel Tak Dikasih Receh Pengamen Sikat Handphone

Sabtu, 13 Jan 2018 20:25 | editor : Abdul Rozack

NYANYI SAMBIL MENCURI: Mochamad Cholil menunjukkan HP yang dicurinya.

NYANYI SAMBIL MENCURI: Mochamad Cholil menunjukkan HP yang dicurinya. (ISTIMEWA)

Sebagai pengamanen jalanan yang senior, Mochamad Cholil, 46, merasa tersingung ketika ia tak diberi uang saat ngamen. Kemudian pria warga Jalan Tanjungsari Bakti Nomor 41 Surabaya ini meluapkan kekesalannya dengan mencuri handphone (HP) di tempat ia mengamen, toko mebel di Jalan Raya Kupang Jaya Nomor 125, Surabaya. 

Yuan Abadi-Wartawan Radar Surabaya

Kasus pencurian tersebut terjadi pada Rabu (10/1). Saat itu, anggota Polsek Dukuh Pakis mendapatkan laporan pencurian di toko mebel tersebut. Pelaku mencuri HP milik  Lina Anggraeni, 28, penjaga toko mebel yang tinggal di Jalan Kupang Jaya I / 48 Surabaya.

"Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami melakukan olah TKP dan saksi-saksi. Hasilnya pelaku diduga pengamen yang biasa mengamen di sejumlah toko di kawasan tersebut," ungkap Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis, AKP M Akhyar, Jumat (12/1). 

Setelah mendapatkan ciri-ciri tersangka berdasarkan keterangan korban, polisi melakukan penyelidikan dan pengejaran. Hasilnya, pada Kamis (11/1) polisi menangkap Cholil. Dia ditangkap saat  mengamen di perumahan di kawasan Jalan Dukuh Pakis. 

"Dari penangkapan itu, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa HP milik korban yang Cholil curi dan belum sempat dijual," lanjut mantan Kanit Reskrim Polsek Rungkut ini. 

Akhyar mengatakan Cholil saat mengamen di toko yang dijaga korban, ia melihat sebuah HP yang diletakkan di meja kasir. Awalnya ia tak berniat mencuri HP tersebut, namun setelah menyanyikan lagu cukup lama, korban tak juga memberi uang receh. 

"Dari sanalah, korban kesal dan mengambil HP milik korban. Setelah itu, ia meninggalkan toko tersebut," terangnya. 

Korban baru sadar jika HP-nya hilang setelah ia akan menghubungi anaknya. Namun  ia tak menemukannya dan ia menduga HP-nya dicuri oleh pengamen yang baru saja datang ke toko yang ia jaga. Namun, saat itu korban tak melaporkan kasus tersebut karena alasan kesibukan pekerjaan. "Korban baru laporan resmi setelah pelaku tertangkap," terangnya. 

Cholil mengaku baru sekali melakukan aksinya, itu pun ia lakukan lantaran jengkel. Sebab sudah lama menyanyikan lagu, ia tak dikasih uang, meski hanya uang recehan. Saat melihat HP di meja kasir, dia akhirnya mengambilnya. "Saya berniat memberi korban pelajaran, agar korban memberi perhatian kepada pengamen seperti saya," terangnya. 

Cholil tidak tahu akan ia apakan HP tersebut. Rencananya ia akan menjual HP tersebut untuk membeli makan dan kebutuhannya sehari-hari.(*/no)  

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia