Rabu, 17 Jan 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Takut Tidak Makan, Curi HP ABK, Tepergok Bacok Korban, Dimassa ABK

Sabtu, 13 Jan 2018 18:28 | editor : Abdul Rozack

RAJA TEGA: Polisi menunjukkan tersangka Solehudin (tengah), celurit dan HP yang dicuri.

RAJA TEGA: Polisi menunjukkan tersangka Solehudin (tengah), celurit dan HP yang dicuri. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Solehudin, 40, panik ketika  aksi pencuriannya dipergoki oleh korban. Tak ingin mengambil resiko, pria warga Jalan Sidotopo 160, Surabaya tersebut  nekat membacok korbannya. Meksi demikian, Solehudin tetap tak berhasil membawa kabur handphone (HP) milik anak buah kapal (ABK) tersebut. Sebab saat akan turun, ia dikepung oleh para ABK dan mengajarnya sebelum diamankan ke Polsek Pabean Cantikan.

Kanit Reskrim polsek Pabean Cantikan Iptu Tritiko Gesang Hariyanto mengatakan kasus pencurian tersangka tersebut dilakukan pada Rabu (6/12). Pencurian yang dilakukan oleh Solehudin dilakukan di kapal motor yang bersandar di sungai Jalan Kalimas Surabaya. Sasarannya adalah barang-barang milik ABK kapal. 

"Tersangka ini sudah beberapa kali melakukan aksinya. Aksi tersangka ini cukup meresahkan lantaran ia selalu membawa sajam saat beraksi," ungkap Trititiko, Jumat (12/1). 

Dalam menjalankan aksinya,  Solehudin berkeliling ke sejumlah tempat di kawasan Jalan Kalimas. Saat itu, ia melihat kapal motor Iguana sedang bersandar di Jalan Kalimas. Kemudian, ia memarkir motornya dan menyiapkan sajamnya lalu masuk ke dalam kamar ABK. 

"Saat berada di dalam kapal, tersangka melihat adanya sebuah HP milik salah satu ABK. Kebetulan saat itu, memang banyak ABK yang tertidur lantaran tersangka melakukan aksinya menjelang subuh," terangnya. 

Secara pelan-pelan, Solehudin mendekati HP merek Oppo milik korban yang sedang di cas. Setelah ia mengambil HP tersebut ia bergegas kabur. Namun suara langkah di kapal membangunkan korban dan sejumlah ABK lain. Askisnya pun diketahui oleh korban dan sejumlah saksi lain. 

"Karena aksinya diketahui, tersangka pun terpojok. Sebab korban dan ABK lain mencoba mengejar dan menangkap tersangka. Saat itulah, ia mengeluarkan senjata celuritnya dan membacok tangan korban," imbuh Trititko.

Akibat sabetan celurit tersebut, korban yang diketahui bernama Hartanto,20, tersebut menderita luka sobek di tangan, namun tak terlalu parah. Kemudian tak ingin tersangka semakin beringas, abk lain datang membantu hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap dan dihajar massa sebelum diserahkan ke Polsek Pabean. "Aksi massa berhenti setelah kami mengamankan tersangka," imbuhnya. 

Solehudin mengaku sudah beberapa kali melakukan aksinya. Dia nekat menjadi pencuri lantaran tak memiliki pekerjaan lain untuk membiayai kehidupannya.  

"Daripada saya tidak makan, ya akhirnya ini yang saya lakukan (mencuri, Red)," ungkapnya. 

Mengenai sajam yang ia gunakan, ia memang selalu membawanya. Sajam itu untuk berjaga-jaga jika aksinya ketahuan dan membela diri. Hanya saja, ia baru sekali menggunakan sajam untuk membacok korban.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia