Sabtu, 21 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

DPRD Sidoarjo Minta Solusi Silpa Tinggi

Sabtu, 13 Jan 2018 05:00 | editor : Lambertus Hurek

DPRD Sidoarjo Minta Solusi Silpa Tinggi

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) pada APBD 2017 mencapai Rp 930 miliar. Tingginya Silpa ini mendapatkan tanggapan dari kalangan DPRD. Sebab jumlah Silpa ini naik hampir seratus persen dari tahun sebelumnya, yakni Rp 583 miliar.

“Dilihat dari nilainya sudah jelas bahwa penyerapan anggaran di masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Desa) kurang berjalan optimal,” ujar anggota Komisi B, Hadi Subiyanto, Jumat (12/1).

Politisi Partai Golkar ini mengatakan kalau nilai Rp 930 miliar itu belum keseluruhan. Menurutnya, jika sudah dihitung semua Silpa itu bisa mencapai Rp 1 triliun, bahkan lebih. Padahal targetnya adalah Rp 425 miliar.

“Sebenarnya target Silpa awalnya Rp 240 miliar. Tapi kami di Banggar (Badan Anggaran) tidak mau, kami mengusulkan Silpa Rp 700 miliar sampai Rp 800 miliar agar tidak kelabakan. Namun tidak mendapat tanggapan hingga akhirnya muncul bargaining nilai Rp 425 miliar itu,” paparnya.

Ketua Fraksi Golkar Bintang Persatuan ini meminta bupati harus memberikan punishment terhadap kepala OPD yang penyerapannya rendah. “Bupati juga harus mengambil langkah agar 2018 Silpa tidak terjadi peningkatan,” lanjutnya.

Hadi mengatakan DPRD Sidoarjo sebenarnya menghendaki dua minggu atau satu bulan setelah APBD disahkan, lelang harus dimulai. Dengan langkah itu, anggaran akan terserap dengan baik.

Sementara itu Ketua DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan mengatakan dengan naiknya Silpa hingga hampir Rp 1 triliun harus dijadikan momentum oleh eksekutif untuk mencari solusinya. “Dalam hal ini yang paling pokok adalah TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah). Kasihan Pak Bupati dan Wakil Bupati kalau begini terus. Itu sama saja dengan ada keterlambatan terhadap publik,” katanya.

Untuk itu, menurutnya harus ada jalan keluar yang cerdas dan jitu oleh TAPD. “Bisa dari perencanaan maupun pembelanjaannya yang harus dikaji ulang. Selain itu harus menyiapkan PAK secepat mungkin,” jelasnya.

Selain itu, juga perlu evaluasi perencanaan dan program kerja. Ia juga berharap mendatang target Silpa harus berangkat dari RP 1 triliun. “Sehingga Silpa pada tahun 2019 turun beneran,” pungkasnya. (mus/jee)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia