Rabu, 17 Jan 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Kejari Musnahkan 5 Kg SS dan 7,5 Kg Ganja

Jumat, 12 Jan 2018 08:54 | editor : Abdul Rozack

INCINERATOR: Petugas memusnahkan 5,8 kilogram SS, 7,5 kilogram ganja dan 283 butir ekstasi. Kejari Musnahkan 5 Kg SS  dan 7,5 Kg Ganja

INCINERATOR: Petugas memusnahkan 5,8 kilogram SS, 7,5 kilogram ganja dan 283 butir ekstasi. Kejari Musnahkan 5 Kg SS dan 7,5 Kg Ganja (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Tumpukan narkoba dari berbagai jenis dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Kamis (11/1). Narkoba yang terdiri  dari 5,8 kilogram sabu-sabu (SS) dan 7,5 kilogram ganja serta 283 butir ekstasi tersebut. Barang haram itu  merupakan barang bukti yang dilimpahkan ke kajari selama setahun. Proses pemusnahan tersebut dilakukan di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim.  

Selain SS, ganja dan ekstasi, barang bukti yang dimusnahkan tersebut juga terdapat sekitar 5 ribu butir pil koplo dan uang palsu 3.295 lembar yang terdiri dari 266 lembar pecahan 20 ribu, 1.910 lembar  pecahan 50 ribu dan 219 upal pecahan 100 ribu. Proses pemusnhan narkoba dan upal tersebut dilakukan dengan cara dimasukkan ke mesin inecerator. 

Satu persatu barang bukti yang dimasukkan ke dalam mesin tersebut hangus. Pemusnahan tersebut dipimpin langsung oleh Kejari Surabaya, Teguh Darmawan didampingi oleh Kepala BNN Jatim Brigjen Pol Bambang  Budi Santoso.  

Teguh menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan hasil perkara yang ditangani selama setahun terakhir. Dimusnahkan lantaran barang-barang tersebut sudah memiliki kekuatan hukum atau inkrah.  Artinya dari terpidana atau pun terdakwa yang memiliki barang-barang tersebut sudah tak lagi melakukan upaya hukum. “Perkaranya sudah rampung, jadi bisa dimusnahkan,” ungkap Teguh. 

Sedangkan jumlah barang bukti yang dimusnahkan tersebut berasal dari 1.761 perkara. Jumlah perkara tersebut didominasi oleh narkoba. Jumlah perkara narkoba setiap tahun memang terus bertambah sebab semakin banyak pula yang mengkonsuminya. 

“Sehingga jika permintaan banyak, maka persediaan narkoba juga akan terus ditambah. Hal inilah yang membuat perkara terus bertambah,” pungkas Teguh.(yua/no) 

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia