Selasa, 24 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Desak Penyusunan Perdes Iuran Sampah

Jumat, 12 Jan 2018 05:50 | editor : Lambertus Hurek

Ramai-ramai membersihkan sampah di Sungai Pelayaran, Ngelom Taman.

Ramai-ramai membersihkan sampah di Sungai Pelayaran, Ngelom Taman. (DOK)

Kalangan anggota DPRD Sidoarjo meminta penyusunan Peraturan Desa (Perdes) terkait iuran sampah. Salah satunya disampaikan anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Hadi Subiyanto, Kamis (11/1).
Politisi partai Golkar ini menegaskan agar pungutan sampah rumah tangga menuju Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) diatur dalam Perdes di desa masing-masing. Sebab, dana pungutan yang dinilai sebagai partisipasi warga itu belum diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah.
“Karena tidak diatur dalam perda, kami meminta desa yang ditempati TPST membuat Perdes yang berisi tentang nilai iuran pengelolaan sampah agar masyarakat juga tidak mempersoalkan iuran itu di masing-masing desa,” katanya.
Hadi mengatakan banyak masyarakat yang salah persepsi dengan iuran pengelolaan sampah yang dianggap pungutan liar. “Iuran itu bukan pungli. Karena uangnya untuk mengolah sampah. Karena itu harus segera diatur dalam Perdes dan disosialisasikan ke seluruh warga,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Bahrul Amig mendukung terkait Perdes tentang pengelolaan sampah. “Saya rasa iuran sampah yang ada di masyarakat itu bukan pungli,” katanya.
Menurut dia, iuran itu merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dari pribadi masing-masing menangani masalah sampah. “Penanganan sampah bukan hanya tugas pemerintah tapi juga tugas (masyarakat) bersama,” ujarnya. (mus/jee)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia