Kamis, 26 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Pacaran Dikosan dan Nyabu Bareng Seminggu Dua kali, Sejoli Digerebek

Jumat, 12 Jan 2018 05:40 | editor : Lambertus Hurek

BERPACARAN: Tersangka Riski Sedayu dan Suci Febreanti yang diamankan di Polsek Buduran, serta polisi saat melakukan penggeledahan di tempat kos Suci Febreanti.

BERPACARAN: Tersangka Riski Sedayu dan Suci Febreanti yang diamankan di Polsek Buduran, serta polisi saat melakukan penggeledahan di tempat kos Suci Febreanti. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SIDOARJO)

Riski Sedayu, 22, warga Desa Klurak, Kecamatan Candi dan Suci Febreanti, 22, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Purwosari, Kediri, ditahan di Polsek Buduran. Pasangan kekasih ini ditangkap karena keduanya dipergoki nyabu bareng di sebuah tempat kos di Desa Siwalanpanji, Buduran, yang merupakan tempat kos Suci Febreanti.
Keduanya ditangkap dalam sebuah penggerebekan, Rabu (10/1) lalu sekitar pukul 21.30. Dari penggerebekan ini polisi mengamankan dua plastik bekas sabu-sabu (SS), dua bong, dua pipet, handphone dan empat bendel plastik bekas sabu yang disimpan di kamar kos tersebut.
Kapolsek Buduran Kompol Hery Mulyanto mengatakan, penangkapan keduanya ini bermula dari operasi yustisi ke tempat-tempat kos di wilayah Buduran. Operasi yang melibatkan Forpimka Buduran ini salah satunya menuju ke tempat kos yang ditempati oleh tersangka. Saat operasi yustisi yang merupakan pemeriksaan identitas kependudukan, polisi malah mendapati keduanya usai nyabu di kamar.
“Kami temukan alat hisap, pipet hingga plastik bekas sabu di lantai kamar kos,” katanya.
Polisi pun langsung mengamankan keduanya ke Polsek Buduran dan menyita barang bukti yang masih tergeletak di kamar. Polisi juga melakukan penggeledahan. Dari penggeledahan itu ditemukan empat kantong plastik bekas SS yang diduga telah digunakan tersangka sebelumnya.
Kompol Hery mengatakan, dari keterangan tersangka pada polisi bahwa mereka selama ini menggunakan SS di kamar kos Suci. SS tersebut dibeli oleh tersangka Riski sementara uangnya didapat dari hasil patungan Suci yang diketahui adalah janda yang memiliki anak satu dan bekerja sebagai pemandu lagu di salah satu tempat karaoke di Sidoarjo.
“Mereka sudah berhubungan (berpacaran) lama. Selama itu juga mereka menggunakan SS bersama, seminggu bisa dua kali,” terang Kompol Hery.
Dari keterangan pula diketahui malam itu Riski membeli sabu tersebut seharga Rp 200 ribu. Kemudian, mereka bertemu di kos dan menggunakannya bersama. SS ini dibelinya di wilayah Kecamatan Candi pada seseorang berinisial B. “Setelah itu keduanya mengkonsumsi SS ini bareng-bareng di tempat kos tersangka Suci,” jelasnya. (gun/jee)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia