Sabtu, 21 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Sajian Nasi Iblis Berselimut Irisan Cabai Rawit

Kamis, 11 Jan 2018 16:15 | editor : Wijayanto

PEDASSS: Tania Nugroho saat mencicipi nasi iblis, menu terbaru Hotel Bekizaar Surabaya dengan level kepedasan 10 hingga 60 cabai rawit.

PEDASSS: Tania Nugroho saat mencicipi nasi iblis, menu terbaru Hotel Bekizaar Surabaya dengan level kepedasan 10 hingga 60 cabai rawit. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Surabaya bisa disebut sebagai surganya makanan pedas. Deretan menu-menu pedas dengan beragam varian selalu laris manis dinikmati para penggemarnya. Hingga akhirnya muncul sebuah tren, menu dengan level kepedasan yang bisa diminta sesuai pesanan. Levelnya pun disesuaikan. Mulai dari level satu yang cabainya bisa dihitung dengan jari tangan hingga ke level yang cabainya puluhan hingga ratusan.

“Tren menyajikan menu pedas level-level seperti ini kan masih ada dimana-mana ya. Apalagi di Surabaya, penggemar makanan pedas memang cukup banyak. Nah akhirnya tercetuslah ide untuk membuat varian makanan pedas lainnya yang kami namakan nasi iblis,” urai Efin Kusuma, executive chef Hotel Bekizaar Surabaya saat ditemui di Jaloe Restaurant, Rabu (10/1).

Sesuai namanya, Efin mengandalkan kepedasan dari irisan cabai rawit yang dipotong tipis-tipis. Meski hanya menyediakan nasi iblis dengan enam level pedas berbeda, namun jangan diragukan lagi kepedasan dari irisan-irisan cabai rawit itu. Karena untuk level satu sendiri, ada 10 cabai rawit yang diiris tipis.

“Untuk level dua ya berarti 20 cabai rawit. Kelipatannya. Sampai ke level terakhir yakni level enam itu ya 60 cabai rawit. Yang mau request lebih dari 60 cabai rawit ya monggo saja. Tapi sejauh ini sih masih belum ada ya. Rata-rata level tiga sudah pedas banget,” jelasnya.

Cara membuatnya juga tak rumit. Potongan cabai-cabai itu diiris, ditambah bawang putih dan sedikit garam lalu disiram dengan sedikit minyak goreng panas  dan jadilah sambal pedas ala Jaloe Restaurant. Dengan nasi putih hangat, chef  Efin menyajikan sambal pedas bersama dengan tiga jeroan yakni empal, paru, dan usus.

“Sebelum digoreng, ketiganya diungkep dulu pakai campuran bumbu kuning. Lama ungkepnya bisa berbeda-beda. Tergantung jenis jeroannya,” jelas chef yang juga mahir memasak Japanese food tersebut. Tambahan gurihnya emping menjadikan menu ini terasa pas dimakan kapanpun. (rul/hen)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia