Kamis, 18 Jan 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Industri Harus Manfaatkan Ekonomi Digital

Kamis, 11 Jan 2018 16:12 | editor : Wijayanto

SEMINAR NASIONAL: Gubernur Jatim Soekarwo saat membuka sekaligus memberikan Keynote Speaker di Seminar Nasional Economic Outlook 2018 di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (10/1).

SEMINAR NASIONAL: Gubernur Jatim Soekarwo saat membuka sekaligus memberikan Keynote Speaker di Seminar Nasional Economic Outlook 2018 di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (10/1). (ISTIMEWA)

SURABAYA-Ekonomi digital harus bisa mendorong sektor industri. Karena itu, ekonomi digital harus digandeng atau bersatu dengan industri. Ini menjadi salah satu jawaban dari tantangan pada era globalisasi. 

Demikian pernyataan yang disampaikan Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, saat membuka Seminar Nasional Economic Outlook 2018: Kebijakan dan Strategi Fiskal, Moneter Perbankan dan Sektor Riil di Era Ekonomi Digital, di Ballroom Hotel Bumi Surabaya, Rabu (10/1). 

“Ide ini merupakan tawaran optimistis dari Jatim untuk menerapkan ekonomi digital dengan industri, dan sesuai dengan keputusan Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XIX Tahun 2015 yang menitik beratkan sektor industri sebagai penggerak pembangunan nasional.” ujar gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut.

Salah satu pemanfaatan teknologi dari ekonomi digital ini adalah, lanjut Pakde Karwo, bisa melalui ketersediaan informasi tentang penyediaan bahan baku industri di masing-masing daerah. Sehingga ketika ada suatu daerah atau perusahaan membutuhkan bahan baku, bisa mengambil dari daerah dan tidak perlu impor dari luar negeri. 

“Jadi ekonomi digital itu tidak hanya permasalahan trading saja. Tetapi, juga dapat dikaitkan  dukungan sektor industri. Sebab kalau hanya melakukan trading dengan ekonomi digital, maka kita hanya menjadi trader,” jelasnya. 

Menurut Pakde Karwo, Pemprov Jatim juga menerapkan ekonomi digital di industri terhadap bahan baku atau raw material yang dinamakan Sistem Informasi Perdagangan Bahan Baku (SIPAP). Tujuan dibuatnya aplikasi ini agar ekonomi digital mendorong sistem perdagangan yang mempercepat substitusi impor, sehingga kemandirian industri dalam negeri dapat terwujud. 

Dalam aplikasi tersebut, menurut gubernur kelahiran Madiun, dapat diihat berbagai raw material dari berbagai daerah di Indonesia. Data real time mengenai potensi dan kebutuhan masing-masing daerah, bersumber dari aggregator masing-masing provinsi. Dan aplikasi ini dapat membuat perusahaan langsung dapat melakukan business to business.

“Kita punya chanelling di sana sehingga industri Jatim yang 79 persen bahan bakunya dari luar negeri, bisa dikurangi perlahan-lahan hingga menjadi 50 persen. Jika bahan baku bisa mencapai 50 persen atau di bawahnya, maka neraca perdagangan kita surplus,” terangnya. 

Baginya, pemerintah harus mendorong penggunaan bahan baku yang ada di dalam negeri untuk digunakan industri atau tidak harus mendatangkan bahan baku dari luar negeri. “Ini tanggung jawab pemerintah, jangan membiarkan industri terus mengimpor bahan baku dari luar negeri,” ujar Pakde Karwo. (bae/hen)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia