Sabtu, 21 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya
Fashion Parade Surabaya 2018

Konsep Modern dalam Keberagaman Budaya Lokal

Kamis, 11 Jan 2018 15:55 | editor : Wijayanto

UN11TE: Enam model memperagakan beberapa karya desainer IFC yang akan ditampilkan dalam SFP 2018 yang akan diselenggarakan Mei mendatang.

UN11TE: Enam model memperagakan beberapa karya desainer IFC yang akan ditampilkan dalam SFP 2018 yang akan diselenggarakan Mei mendatang. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA–Trend busana 2018 memang beragam, baik untuk busana kasual, formal, maupun busana-busana mewah untuk pesta. Keragaman konsep dan kekayaan bahan yang digunakan menambah warna trend busana. Hal inilah yang ingin ditampilkan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dalam gelaran event Surabaya Fashion Parade (SFP) 2 hingga 6 Mei mendatang di Chamelleon Hall Tunjungan Plaza 6.
Ali Charisma selaku Chairman IFC menuturkan, SFP tahun ini mengangkat tema UN11TE. Tema tersebut digunakan karena memiliki arti suatu keberagaman atau suatu kesatuan, dalam bahasa Prancis yaitu Unite, karena di Indonesia sendiri memiliki berbagai macam jenis budaya dan menampilkan kebhinnekaan juga akan menjadi suatu karya yang baru.
Ali menambahkan, dirinya dan para anggota IFC lainnya telah mempersiapkan berbagai trend busana dengan konsep yang berbeda dan mempunyai ciri khas tersendiri. Dengan sentuhan modern, namun tetap menjadikan produk lokal sebagai identitasnya. Dengan konsep yang berbeda ini IFC juga akan menggandeng industri lokal
"Tahun ini kami membawa konsep down to earth, tidak seperti tahun lalu dengan konsep glamornya. Bahan kain lokal menjadi kekuatan utama dalam konsep yang kami usung kali ini," ujar Ali dalam Exclusive First Look of SFP 2018 di Sheraton Hotel, Rabu (10/1).
Ali menuturkan, untuk konsep SFC kali ini fokus dengan produk yang jelas sesuai dengan identitas budaya lokal. Dibuat dengan memperkuat unsur lokal agar mempunyai ciri khas berbeda sebagai kekuatan daya saing. "Karena nanti kalo kita bikin produk yang mirip produk luar, kan sama aja kita enggak punya identitas dan bakal nggak inget asal produknya darimana, biar Indonesia itu spesial ada ciri khasnya,” jelasnya.
Dalam Exclusive First Look of SFP 2018 tersebut ditampilkan beberapa busana karya desainer SFP, diantaranya gaun malam yg tampak glamor namun tetap mencantumkan unsur lokal.
Dalam SFP tahun ini juga ada sejumlah acara yang tujuannya untuk menambah wawasan mengenai desain di Indonesia agar semakin kuat.
“Dan nanti bakal juga ada guest internasional dari Eropa”, kata Founder SFP Dian Aprilita. (mif/gin/nur)

(sb/mif/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia