Minggu, 25 Feb 2018
radarsurabaya
icon-featured
Surabaya

RS dr Soetomo Tangani Bayi Salma dan Sofia, Kembar Siam Dempet Perut

Rabu, 10 Jan 2018 09:14 | editor : Abdul Rozack

Bayi Salma dan Sofia

Bayi Salma dan Sofia (istimewa)

Kembar siam dempet perut lahir di RS dr Soetomo Surabaya, sekitar pukul 08.50, Senin (8/1). Kelahiran bayi berjenis kelamin perempuan ini merupakan bayi kembar siam ke 86 yang ditangani RS dr Soetomo.

Anggun Angkawijaya/Radar Surabaya

Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSU dr Soetomo, dr Agus Harianto mengungkapkan, kedua bayi yang lahir melalui operasi caesar ini mempunyai berat badan total 4.395  gram. Mereka lahir prematur yaitu masih sekitar 37 dan 38 minggu. Agus mengatakan bayi kembar siam dempet perut yag diberi nama Salma dan Sofia ini memiliki beberapa kelainan. 

Pertama adalah mengalami hiperlodosis atau tulang belakang bengkok (dengkek, Jawa, red). 

Selain itu terdapat omphalocele. Omphalocele adalah cacat lahir di mana usus atau organ-organ perut lain keluar dari pusar. Pada bayi dengan omphalocele, usus hanya ditutupi lapisan tipis dan dapat dengan mudah dilihat. Penyebabnya adalah  pembentukan dinding perut yang tidak sempurna.  

“Selaput tipis dibawah perut yang ini mudah pecah dan kalau pecah bisa mengancam jiwanya,” ungkap Agus. 

Masalah lain adalah liver Salma dan Sofia  dalam kondisi menyatu serta jantung belum sempurna. Sedangkan usus dalam kondisi terpisah dan keduaya sudah bisa buang air besar. 

"Kami akan memantau terus kondisi jantungnya, apakah masih terbuka atau tertutup. Kami tidak berani asumsi dahulu, yang penting kami rawat,” terang Agus. 

Oleh karena itu, tim dokter kembar siam melakukan pemulihan kondisi Salma dan Sofia di ruang Neonatus Intensive Care Unit (NICU) Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSU dr Sutomo Surabaya. 

"Salma dan Sofia kami rawat dalam infant warmer untuk mencegah terjadinya infeksi dan omphalocele pecah. Kami juga memberikan nutrisi optimal, oksigenasi untuk pernafasan dan kami rawat luka pada omphalocele  dengan pemberian anti B3," jelasnya  Agus.

Untuk mengoptimalkan pemulihan, bayi juga diberi ASI sedikit demi sedikit. “ASI sangat membantu pertumbuhan bayi. Semakin cepat diberi ASI semakin bagus,” tandas Agus. 

Agus menjelaskan, operasi pemisahan baru bisa dilakukan setelah berat badan Salma dan Sofia mencapai 5 kilogram atau mereka berusia 10 minggu. Dimana struktur anatomi sudah terbentuk dan terlihat jelas 

“Namun ada catatannya. Omphalocele jangan sampai dia pecah atau  infeksi selama stabilisasi,” urainya.  

Jika pecah, dokter akan melakukan  operasi separasi emergency dengan resiko salah satu dari mereka meninggal dunia atau keduanya meninggal dunia. “Semoga tidak terjadi apa apa selama masa pemulihan ini,” harap Agus.  

Tentang kondisi ibu bayi, Agus mengatakan dalam masa adaptasi pasca pemulihan dan masih belum bisa diekspose siapa nama orangtua Salma dan Sofia serta asal mereka. “Mereka masih belum siap,” pungkas Agus.  (*/rud)

(sb/ang/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia