Kamis, 18 Jan 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Seni Lukis Dekoratif Curi Perhatian Pengunjung

Kamis, 28 Dec 2017 17:20 | editor : Abdul Rozack

INDAH: Risma, seorang pengunjung saat mengamati salah satu karya seni lukis yang dipamerkan di Galeri Prabangkara, Komplek Taman Budaya Jatim, Surabay

INDAH: Risma, seorang pengunjung saat mengamati salah satu karya seni lukis yang dipamerkan di Galeri Prabangkara, Komplek Taman Budaya Jatim, Surabaya, Rabu (27/6). Dalam pameran yang menampilkan 49 karya, digelar oleh pelukis-pelukis asal Jombang (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA– Pameran lukisan model dekoratif yang diadakan oleh pelukis-pelukis dari Kabupaten Jombang menjadi perhatian para penghobi seni lukis. Para seniman ini memang mencoba melebarkan sayap mereka, dengan menggelar pameran bertajuk membentang ijo abang. Pameran lukisan di Gedung Cak Durasim, Galeri Prabangkara ini mulai berlangsung pada 26 hingga 30 Desember 2017 mendatang. 

Total ada 49 karya, dari pelukis-pelukis asal Jombang dipamerkan disini. Seperti karya Sugeng Hartobi ini. Dia membuat sebuah lukisan jenis dekoratif, berjudul dibawah payung ada kasih ibu. Lukisan itu menggambarkan seorang ibu, membawa payung untuk anaknya. Ide membuat karya lukis seperti ini, dia dapatkan setelah melihat suasana cuaca akhir-akhir ini.

“Akhir-akhir ini kan mendung, selalu hujan. Kemudian saya melihat jika ada ibu memberikan payung kepada anaknya,” kata Sugeng Hartobi, Rabu (27/12).

Dia menjelaskan makna dari karya yang dia sapukan diatas kanvas berukuran 1,25 meter kali 1 meter ini, juga untuk menghargai jasa seorang ibu. Bukan itu saja, juga terdapat sebuah lekukan, sebagai background dari gambar utama. 

Lekukan tersebut, ujar Tobi sapaannya, terinspirasi dari tulang sulbi atau bagian tulang belakang. Menurut Tobi, tulang ini sebagai bentuk pengorbanan seorang ibu untuk melahirkan anaknya. ”Kalau pas hamil itu, kan luar biasa sekali sakitnya. Maka dari itu, tulang sulbi ini inspirasi saya selanjutnya,” bebernya.

Nah, dua gambar dengan penuh makna tersebut. Terasa sangat lengkap, dengan sapuan cat minyak berwarna kuning cerah. Sapuan warna kuning, memang sengaja diberikan pada karyanya ini. Maksudnya agar para pengunjung, langsung melihat lukisannya. Begitu memasuki, area pameran. 

”Coba sampean lihat, warnanya paling cerah jika dibanding yang lain. Memang sengaja saya taruh disana,” paparnya.

Selain karya dari Tobi, masih ada beberapa karya lukis yang lain. Seperti lukisan bertema realisme, abstrak, pop art dan beberapa tema lukisan yang lain. Hadirnya lukisan ini, juga memberikan sebuah inspirasi bagi para pengunjung yang  berkunjung kesana.

Seperti pelajar asal SMK Al Islah, Ines dan Della. Kedua remaja ini, mengungkapkan jika pagelaran seni seperti pameran lukisan perlu terus dilakukan. ”Harus sering-sering seperti ini, kadang kita ini bosan dengan hiburan yang itu-itu saja dikota besar,” ujar Ines.  

Selain itu Ines mengaku, memiliki darah seni dari orangtuanya. Sedangkan alasan berkunjung ke Galeri Prabangkara, lantaran ingin mendapatkan inspirasi lain. ”Saya dari kecil memang sudah diperkenalkan dengan dunia seni, sama ayah saya. Kesini untuk cari inspirasi,” bebernya.

Jika Ines, mengaku memang lahir dari darah seniman. Della mengaku, datang ke pameran ini untuk melihat-lihat karya seni dari lukisan. Dia berharap, setelah melihat pameran lukisan dapat memberikan inspirasi hobinya fotografi.

”Saya suka fotografi, hunting saya biasanya alam. Karena suka saja,” katanya malu-malu. Meskipun keduanya memiliki alasan yang berbeda untuk datang ke Galeri Prabangkara. Namun ternyata mereka memiliki selera yang sama yakni karya lukis jenis pop art.  (fit/rud)

(sb/fit/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia