Sabtu, 20 Jan 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Jelang Pergantian Tahun, Kembang Api Mulai Dicari

Kamis, 28 Dec 2017 16:30 | editor : Abdul Rozack

KEMBANG API TAHUN BARU: Yanyan, pemilik salah satu toko kembang di kawasan Jalan Pasar Kembang, Surabaya, saat merapikan dagangnnya, Rabu (27/12). Men

KEMBANG API TAHUN BARU: Yanyan, pemilik salah satu toko kembang di kawasan Jalan Pasar Kembang, Surabaya, saat merapikan dagangnnya, Rabu (27/12). Menjelang perayaan pergantian tahun baru 2017 ke 2018, sejumlah toko kembang api mulai diserbu pembeli. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA– Tahun baru sudah tinggal menghitung hari. Pernak-perniknya seperti kembang api kini mulai diburu warga. Mereka antusias membeli kembang api untuk dijadikan sebagai rangkaian kemeriahan tahun baru. 

Seperti dilakukan Johanes yang berbelanja kembang api di Jalan Pasar Kembang. Awalnya dia bingung karena banyaknya jenis-jenis kembang api yang tersedia disalah satu toko kembang api di salah satu toko di Jalan Pasar Kembang.”Saya sebenarnya tidak ingin beli, tapi saat lewat sini kok ingin beli,” ungkapnya.

Nah, lantaran bingung. Yanyan, si penjual kembang api lantas mencoba memberikan penjelasan kepada pembeli ini. Tentang macam-macam, kembang api yang tersedia disana. ”Kalau ini namanya cake candle ada juga roman candle,” katanya dengan ramah.

Yanyan menambahkan kedua jenis kembang api ini memiliki rupa yang berbeda. Jika roman candle bentuknya bulat dan panjang, sedangkan cake candle bentuknya mirip sebuah kue tart ulang tahun. ”Kalau roman candle harus dipegangi pak, tapi kalau tidak mau capek ya ini saja cake candle,” tawar Yanyan lagi.

Barulah setelah Yohanes diberikan beberapa penjelasan itu, dia akhirnya menentukan pilihannya untuk membeli kembang api. Tak tangung-tanggung Rp 600 ribu dia keluarkan untuk membeli kembang api ini, sebagai perayaan tahun baru yang sudah hitungan jari. 

Yanyan mengaku, jika dagangan kembang api yang dia jualkan ini pada 2017, banyak mengalami penurunan. Prosentase penurunan yang dirasakan olehnya atau sebanyak 50 persen jika dibandingkan tahun lalu. Penyebab tingkat daya beli masyarakat yang turun dan sangat komplek.

Namun secara garis besarnya, Yanyan mengatakan turunnya daya beli masyarakat. Lantaran diakibatkan oleh peristiwa kebakaran pabrik kembang api, di Kosambi Tangerang kemarin. Ternyata dampak dari kebakaran tersebut sangat besar, terhadap pelanggan serta pembeli. Mereka harus berpikir dua kali lagi, sebelum akhirnya membeli. 

”Sempat juga pembeli itu, merasa takut dengan kejadian kebakaran kemarin. Padahal jika dipergunakan sesuai aturan yang tertulis dibagian kembang api itu aman,” tandasnya  (fit/rud)

(sb/fit/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia