Selasa, 16 Jan 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Edarkan SS dan Ekstasi, Supriyanto Terancam 10 Tahun Penjara

Selasa, 12 Dec 2017 23:40 | editor : Abdul Rozack

TERDAKWA: Hari Supriyanto menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (11/12).

TERDAKWA: Hari Supriyanto menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (11/12). (MOCH KHAESAR J.U/RADAR SURABAYA)

SURABAYA–Terdakwa Hari Supriyanto, 44, warga Jalan Pucangan 3 Surabaya ini menjalani sidang perdana terkait perkara penjualan sabu sabu (SS) 100 gram, dan 10 butir pil ekstasi. Lantaran, kepemilikan barang haram itu, terdakwa Hari terancam hukuman maksimal hingga sepuluh tahun penjara.

Surat dakwaan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rosyid di Ruang garuda 2, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Terdakwa ditangkap di dekat RS Gotong Royong di Jalan Manyar Kertoadi usai mengambil SS seberat 100 gram, dan 10 butir pil ekstasi.

Dengan perbuatannya, terdakwa yang kos di Jalan Siwalankerto dan Perum Makarya Binangun blok U, Sidoarjo ini didakwa melanggar pasal 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman hingga sepuluh tahun penjara lantaran barang buktinya lebih dari 1 gram,” ucap Fathol, Senin (11/12).

Usai pembacaan surat dakwaan itu, Ketua Majelis Hakim Dedi Fardiman melanjutkan sidang ini Senin (18/12) dengan agenda keterangan saksi. Usai sidang, kuasa hukum terdakwa, Fariji mengatakan dirinya tidak mengajukan keberatan lantaran dirinya akan membukti dalam persidangan dengan menghadirkan saksi-saksi. “Kami akan berusaha untuk mendampingi terdakwa, dan akan kami buktikan semua dalam persidangan,” ujarnya.

Fariji mengatakan barang bukti yang didapatkan kepolisian saat menangkap terdakwa cukup banyak, Sehingga terdakwa terancam hukuman berat. “Kami akan berusaha untuk terdakwa agar mendapatkan hukuman seringan-ringannya,” bebernya.

Penangkapan terdakwa ini terjadi pada Kamis, 3 Agustus 2017. Dari tangan terdakwa polisi menemukan sebelas poket SS dengan berat 100 gram, dan 10 butir pil ekstasi. 

Saat menggeledah rumahnya, dan kamar kosnya, polisi menemukan satu set alat isap, serta timbangan elektrik yang disimpan di laci lemari Televisi di dalam kamar kosnya. (sar)

(sb/sar/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia