Jumat, 15 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Bocah 2,5 Tahun Tenggelam di Sungai

Mendengar Cucu Meninggal Tenggelam di Sungai, Nenek Ikut Meninggal

Kamis, 07 Dec 2017 22:28 | editor : Lambertus Hurek

Upaya pencarian korban di sungai.

Upaya pencarian korban di sungai. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SIDOARJO)

Nasib nahas dialami M Jakwan, asal Desa Bulang RW 1, Kecamatan Prambon. Bermain bersama kakaknya Akhmad Al-Izam di pinggir sungai di belakang rumahnya, ia terpeleset. Bocah yang baru berusia 2,5 tahun ini kemudian tercebur sungai, tenggelam, lalu meninggal dunia. 

Peristiwa ini terjadi Rabu (6/12) lalu sekitar pukul 13.00. Ketika ditemukan warga, korban sudah terseret arus dan tersangkut di patahan ranting pohon jati yang ambruk di sungai. Korban segera dibawa ke klinik terdekat, namun M Jakwan sudah dinyatakan tidak bernyawa.

Kanitreskrim Polsek Prambon Ipda Dedy Agus Purwanto mengatakan kejadian bermula ketika M Jakwan bermain bersama kakaknya Akhmad Al-Izam, dan tiga temannya yang sebaya. Mereka bermain lempar-lemparan tanah di pinggir sungai di belakang rumah. 

Nah, saat mengambil tanah itulah M Jakwan terpeleset. Kondisi memang licin karena sedang gerimis. “Dari keterangan kakak korban (Akhmad Al-Izam, Red) saat itu adiknya terpeleset dan tercebur ke sungai,” kata Dedy Agus Purwanto, Kamis (7/12).

Izam yang melihat adiknya tercebur ke sungai langsung berlari meminta pertolongan pada Agus, Kus Iwan, dan Supardi, warga setempat. Ketiga orang itu kebetulan sedang berada di warung tak jauh dari lokasi kejadian. 

Mendapat kabar korban tercebur ke sungai, ketiganya langsung berlari ke lokasi tapi sudah tidak menemukan korban. “Mereka mencarinya dan kemudian menemukan korban tersangkut di ranting pohon jati yang tercebur ke sungai,” jelasnya.

Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke klinik. Tetapi korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Barulah setelah itu para saksi menghubungi orang tua korban yang saat itu kedua orang tua korban sedang di rumah bersama neneknya. 

Tragisnya, duka tidak sampai hanya di sini. Sang nenek yang mendengar cucunya meninggal dunia juga ikut menghembuskan nafas terakhir. Diduga, sang nenek syok mendengar kabar tersebut. Apalagi sang nenek sudah lama terbaring sakit. 

“Neneknya meninggal dunia tak lama setelah tahu korban meninggal,” tuturnya.

Polisi yang mendapat kabar tersebut sore harinya mengunjungi rumah korban. Kemudian melakukan pemeriksaan pada tubuh korban dan tidak ditemukan satu luka apapun. Keluarga korban juga sudah mengikhlaskan kematian korban sebagai musibah. “Korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. Dugaan memang korban terpeleset saat bermain karena tidak ditemukan luka bekas kekerasan di tubuhnya,” ujarnya. (gun/jee) 

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia