Rabu, 13 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Dijanjikan US 500 Per Calon Jamaah Haji

Hakim Geram, Saksi Penipuan Dana Jamaah Haji Rp 8,8M Berbelit

Kamis, 07 Dec 2017 17:00 | editor : Abdul Rozack

SAKSI KORBAN: Cahyono (kanan) memberi kesaksian di PN Surabaya.

SAKSI KORBAN: Cahyono (kanan) memberi kesaksian di PN Surabaya. (MOCH KHAESAR J.U/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Kesaksian korban Dirut PT Almadina Citra Internasional (ACI) Cahyono Kartika dalam perkara penggelapan dana jamaah haji, membuat Hakim Dwi Purwadi geram. Masalahnya, saksi dinilai berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (6/12).  

Cahyono ini memberikan kesaksian atas perkara penipuan Rp 8,8 miliar dengan terdakwa Direktur Utama PT Global Acces Yunus Yamani,64, asal Jakarta. 

Cahyono mengklaim usaha jasa pemberangkatkan jamaah haji bekerja sama dengan PT Globes, Rabu (6/12).

“Gak usah mbulet dan ngeles (tidak usah berbelit dan menghindar, red), kalau saya jadi jamaah-nya, saya pasti juga bakal tuntut anda,” ujar hakim.

Pasalnya, saksi Cahyono dalam keterangannya, terkesan menutup-nutupi perannya dalam perkara ini. Padahal, dana yang disetor oleh jamaah ditampung oleh terdakwa selanjutnya disetorkan ke PT Globes.

Saksi juga mengakui, bahwa perusahaan miliknya tidak memiliki izin untuk memberangkatkan calon jamaah haji. “Memang PT ACI hanya mempunyai izin pemberangkatan umrah. Untuk memberangkatkan calon jamaah haji, saya berhubungan dengan orang PT Globes, melalui Dicky dan Harika Oscar Perdana,” terdang saksi.

Ditanya apakah pernah bertemu langsung dengan terdakwa, saat proses kerja sama tersebut, saksi menjawab pernah sekali. Termasuk saat digelarnya promosi program naik haji ini di Hotel Meritus, saksi mengatakan saat itu dirinya tidak melihat kehadiran terdakwa. “Saat itu saya hanya melihat saudara Dicky dan Oscar, kendati sesuai informasi yang memboking hotel tersebut adalah Yunus,” ujar saksi.

Saat dicerca hakim, saksi pun mengakui dijanjikan oleh Dicky maupun Oscar mendapat keuntungan US 500 dari setiap dana yang disetorkan para calon jamaah haji.

Tak hanya itu, saksi mengakui dirinya sempat diperiksa Departemen Keagamaan (Depag) terkait upaya dirinya yang berani menampung dana calon jamaah haji, kendati perusahaannya tidak memiliki izin memberangkat jamaah haji.

Usai sidang, Fahmi Bahmid, ketua tim penasihat hukum terdakwa mengatakan terdakwa adalah korban dari perbuatan konspirasi dari orang-orang yang memanfaatkan nama perusahaannya. “Malah kami duga keras, saksi Cahyono ikut berkonspirasi bersama Dicky dan Oscar yang saat ini telah dinyatakan terbukti bersalah. Salah satu indikasinya adalah kenekatan saksi yang berani menampung biaya pemberangkatan ibadah haji dari calon jamaah meskipun perusahaannya tidak memiliki izin,” tegas Fahmi.(sar/no)

(sb/sar/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia