Sabtu, 16 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

DPRD Surabaya Ingin UKM Dolly Diberdayakan

Kamis, 07 Dec 2017 16:43 | editor : Wijayanto

DIBERDAYAKAN: Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan (kanan) melihat proses pembuatan sandal kreasi pengrajin dari UKM di kawasan Dolly, Rabu (6/12).

DIBERDAYAKAN: Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan (kanan) melihat proses pembuatan sandal kreasi pengrajin dari UKM di kawasan Dolly, Rabu (6/12). (Vega DA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) di kawasan Dolly Surabaya diharapkan oleh DPRD Surabaya terus ditingkatkan. Hal itu sebagai upaya agar masyarakat di kawasan bekas prostitusi tersebut bisa mendapatkan penghasilan dari sejumlah bidang UKM yang ditekuni.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan mengatakan, Pemkot Surabaya harus peduli dengan keberadaan UKM di kawasan Dolly. Kepedulian tersebut bisa dilakukan dengan pendampingan maupun pemasaran produk UKM di segala bidang. Dengan adanya perhatian dari Pemkot Surabaya, maka peningkatan ekonomi di kawasan Dolly akan kembali naik. “Banyak cara bisa dilakukan agar UKM di kawasan Dolly bisa terus eksis,” katanya, Rabu (6/12).

Politisi Gerindra ini menambahkan, dari 325 UKM di Kecamatan Sawahan, ada sekitar 35 UKM yang berada di kawasan Dolly. Dari puluhan UKM tersebut, beberapa di antaranya butuh perhatian karena kurangnya modal dan pemasaran. “Nah fungsi pemberdayaan harus ada agar UKM itu tidak mati,” terangnya.

Darmawan mencontohkan, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Surabaya bisa berkoordinasi dengan UKM di kawasan Dolly. Untuk kebutuhan makanan maupun snack bisa dipesan di UKM khusus makanan di Dolly. Upaya itu sebagai bentuk pemberdayaan bagi UKM di Dolly.

“Kan lebih baik ambil makanan dan jajanan di Dolly biar mereka juga bisa berkembang,” ucapnya.

Tidak hanya itu saja, imbuh Darmawan, UKM di bidang lainnya seperti batik, sandal dan sepatu juga bisa dibantu dengan berkoordinasi lewat pemkot. Untuk batik diharapkan bahan maupun pakaian yang dipakai Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa dari pengrajin batik di Dolly.

Sejumlah souvenir juga bisa diambilkan dari pengrajin Dolly untuk tamu dari luar kota hingga luar negeri. Malahan pemkot bisa mengajak para tamu tersebut untuk datang ke kawasan Dolly melihat kegiatan produksi para pelaku UKM di sana.

Menurut Darmawan, dengan sejumlah solusi itu maka UKM tersebut bisa berkembang dan terkenal. Masyarakat di sekitar kawasan Dolly dan Jarak juga bisa semakin makmur dengan UKM yang baru. Di sisi lain, banyaknya pesanan produk UKM juga akan menarik pekerja untuk bisa bergabung dengan UKM itu.

“Dengan UKM yang berkembang, kebutuhan pekerja semakin banyak. Kan bisa memperkejakan masyarakat sekitar,” terangnya.

Salah satu pengrajin sepatu Ida mengaku, sandal yang dibuatnya sudah banyak dipesan hotel-hotel di Surabaya dan luar Jawa. Dirinya berharap dengan banyaknya pesanan tersebut bisa meningkatkan usaha serta perekonomian masyarakat sekitar. “Alhamdulillah pesanan banyak dan bisa dikerjakan dengan baik,” ujarnya.

Koordinator UKM Kawan Kami, Kartono mengungkapkan, modal dan pemasaran dari produk UKM memang saat ini menjadi kendala. Banyak masyarakat sekitar Dolly yang tidak mampu untuk urunan modal menjadi pelaku UKM. “Dari 35 UKM tidak semua yang aktif karena seret modal,” terangnya. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia