Kamis, 14 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Donjuan Ngebet Punya Anak Laki, Tapi Istri Emoh Hamil Lagi, Akhirnya..

Kamis, 07 Dec 2017 06:05 | editor : Abdul Rozack

Grafis: Donjuan edisi ngebet anak laki-laki

Grafis: Donjuan edisi ngebet anak laki-laki (Grafis: Fajar)

Slogan dua anak cukup, laki-laki atau perempuan sama saja, ternyata tak berlaku untuk Donjuan. Dia rela menggugat cerai istrinya karena tak mau hamil lagi.

Anggun Angkawijaya-Wartawan Radar Surabaya

Anak adalah titipan Tuhan. Kita tidak bisa menentukan jenis kelaminnya. Tapi, itu tidak berlaku bagi Donjuan, 35. Lelaki yang tinggal di Mulyosari, Surabaya ini tega menceraikan Karin, 30, karena tak bisa memberikan keturunan anak laki laki. 

Gugatan itu sudah masuk ke Pengadilan Agama (PA) kelas 1A Surabaya, dan mereka menjalani sidang pertama Selasa (5/12).  Usai sidang, kesedihan ibu dua anak ini tampak terlihat. 

Dia terisak dipelukan ibunya saat berada di ruang tunggu. Diungkapkan Karin, usia rumah tangga mereka sudah lima tahun dan dikaruniai dua anak perempuan. 

"Sejak menikah kami memang pingin punya dua anak saja, laki-laki dan perempuan. Tapi ternyata perempuan semua," ungkap Karin. 

Setelah anak ke dua mereka berusia satu tahun, Donjuan  mengungkapkan ingin punya anak satu lagi. Mungkin saja laki laki. Namun Karin sudah capek, sebab dua kali hamil selalu bermasalah dan membikin dirinyanya khawatir. 

"Saya sudah menolak tapi dia tetap ngeyel. Lanang wedok lak asline podo ae, lha iki bojoku pokoe jaluk lanang," ujar Karin. 

Sampai akhirnya Donjuan berubah sikap. Dia sering pulang malam dan tak bicara. Setelah pihak keluarga ikut turun tangan, akhirnya terkuak alasan Donjuan. 

"Kalau memang rejekinya diberi anak perempuan, ya mau apa lagi. Emangnya kita bisa menentukan apa?" cetus Karin. 

Karin berharap, dengan adanya masukan dari hakim, Donjuan bisa berubah pikiran. Sebab memang anak adalah titipan dan pemberian sang Pencipta. Selama ini Karin juga mengaku masih cinta pada suaminya dan berharap bahtera rumah tangganya bisa tetap terjalin dengan baik. (*/rud) 

(sb/ang/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia