Sabtu, 16 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Tarif Tol Surabaya-Gempol Naik, Mulai 8 Desember

Kamis, 07 Dec 2017 06:00 | editor : Abdul Rozack

Grafis Tarif Tol Surabaya-Gempol Naik

Grafis Tarif Tol Surabaya-Gempol Naik (Grafis: Fajar)

JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melakukan penyesuaian tarif tol Surabaya-Gempol. Penyesuaian ini bersamaan dengan keputusan pengelola jalan tol ini yang menaikkan lima ruas tol yang dikelolanya dengan mempertimbangkan laju inflasi. Perhitungannya dilakukan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Kemudian dievaluasi oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berdasarkan data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama dua tahun terakhir. 

Selain Tol Surabaya-Gempol,ruas tol yang mengalami penyesuaian tarif, antara lain Tol Cawang-Tomang-Pluit dan Cawang-Tj. Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit (Tol Dalam Kota), Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa, dan Tol Palimanan-Kanci, serta Tol Semarang (Seksi A, B, C).

“Kenaikan berlaku pada 8 Desember 2017 sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diatur dalam Undang-Undang No. 38 tahun 2004 Pasal 48 ayat 3 tentang Jalan Tol. Berdasarkan peraturan tersebut tarif tol setiap dua tahun dilakukan penyesuaian,” kata Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk Agus Setiawan dalam konferensi pers di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, Rabu (6/12).

Agus menjelaskan bahwa penyesuaian tarif tol berdasarkan laju inflasi yang angkanya bervariasi, mulai dari rata-rata 6 persen hingga 10 persen. Misalnya, 

di Surabaya inflasinya menyentuh antara 6 persen dan 7 persen untuk dua tahun. 

Secara lebih rinci, Agus menjelaskan bahwa dari Oktober 2015 hingga September 2017, rata-rata inflasi untuk di ruas Tol Dalam Kota, Palimanan-Kanci sekitar 6 persen, Surabaya-Gempol sekitar 7,2 persen. "Yang paling tinggi di Belmera (Belawan–Medan–Tanjung Morawa) karena mengikuti laju inflasi selama dua tahun untuk kota Medan sebesar 10 persen," sambung Agus. 

Assistant Vice President Toll Collection Management JSMR Fitri Wiyanti mengatakan, pihaknya akan berupaya mengimbangi kenaikan tarif tol. "Penambahan beberapa gardu, kemudian konversi gardu tol ke otomatis kami lakukan di Semarang, Surabaya-Gempol juga dalam kota," kata Fitri. 

Sementara, Deputy General Manager Toll Collection Management JSMR Mery Natacha menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan penambahan lajur pada ruas tol Sidoarjo-Waru yang sudah mulai dilaksanakan dan akan dilanjutkan pada 2018. 

"Untuk penambahan lajur kami juga lakukan di ruas tol Sidoarjo-Waru Jalur B ada di KM 15-25 yang mana pelaksanaanya akan dilanjutkan untuk jalur sebaliknya di tahun 2017 sampai 2018," kata Mery. (oz/df/jpnn/hen) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia