Minggu, 17 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Bank Jatim Siapkan Dana Rp 1,01 miliar untuk Lakukan Buyback

Kamis, 07 Dec 2017 13:20 | editor : Abdul Rozack

RUPSLB: Direktur Utama PT Bank Jatim Tbk R Soeroso (tiga dari kiri) bersama jajaran direksi memberikan keterangan pers usai Rapat Umum Pemegang Saham

RUPSLB: Direktur Utama PT Bank Jatim Tbk R Soeroso (tiga dari kiri) bersama jajaran direksi memberikan keterangan pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2017, di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Rabu (6/12).

SURABAYA-PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback dalam rangka pelaksanaan insentif dalam jangka panjang (Long Term Incentive/LTI). Untuk mendukung rencana buyback ini sudah disiapkan dana Rp 1,01 miliar. 

“Buyback akan dimulai pada 7 Desember 2017 sampai 1 April 2018 mendatang," kata Soeroso seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2017, di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Rabu (6/12). 

Menurut dia, langkah buyback yang dilakukan Bank Jatim ini merupakan salah satu strategi dan solusi yang tepat untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan di masa mendatang. Karena itu, dalam RUPS LB yang digelar kemarin adalah untuk memintakan persetujuan pemegang saham terkait rencana buyback.

Dengan melakukan pembelian kembali saham yang beredar di publik, lanjut Soeroso, perusahaan dapat memperoleh keuntungan di masa yang akan datang jika perusahaan memutuskan untuk menjual kembali saham yang dibuyback ketika harganya sudah naik.

Sementara itu, nilai saham Bank Jatim, menurut Soeroso,  dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif. Hingga akhir periode Oktober 2017, harga saham Bank Jatim sebesar Rp 695 per lembar saham. Harga itu naik sebanyak 61,87 persen sejak IPO 2012 di harga Rp  430 per lembar saham. Bahkan, satu jam sebelum pengumuman buyback tersebut, lembar saham terus meningkat hingga di atas Rp 700 per lembar saham. 

Dipaparkan dia, kinerja keuangan periode Oktober 2017 mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Tercatat Bank Jatim membukukan laba bersih Rp 1,13 triliun atau tumbuh 26,07 persen. 

“Untuk total kredit tercatat sebesar Rp 31,10 triliun atau tumbuh 4,67 persen, sedangkan Dana Pihak Ketiga atau DPK sebesar Rp. 48,01 triliun atau tumbuh 16,72 persen,” jelas dia.

Ditambahkan Soeroso, untuk rasio keuangan Bank Jatim, pada Oktober 2017 tercatat lebih baik dibandingkan periode tahun sebelumnya, antara lain Net Interest Margin (MIN) sebesar 6,73 persen dari sebelumnya 6,72 persen , Return of Asset (ROA) 3,07 persen menjadi 3,58 persen. 

“Bank Jatim berhasil membukukan efisiensi pada Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional atau BOPO dari 71,07 perse  menjadi 64,78 persen," pungkasnya. (han/hen)    

(sb/han/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia