Kamis, 14 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Events Sidoarjo

Sutriman Dua Kali Beruntun Menangi Bandeng Kawak Terberat

Kamis, 07 Dec 2017 06:15 | editor : Lambertus Hurek

SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO

SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO

Sutriman, warga Dusun Tegalsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon tampak tersenyum lega. Namanya disebut sebagai pemenang prosesi penimbangan Lelang Bandeng Kawak Tradisional Sidoarjo 2017 yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Sidoarjo, Rabu (6/12). 

Bahkan, pria ini dua kali berturut-turut memenangkan bandeng kawak terberat. Jika setahun lalu ia menjadi juara 1 dengan bandeng seberat 9,29 kilogram, tahun ini Sutriman juga juara 1 dengan bandeng 7,70 kilogram.

Sutriman berhasil menyisihkan tiga kontestan pemilik bandeng lainnya. Yakni juara kedua Mustofah asal Dusung Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon dengan berat 5,55 kilogram. Ketiga, Kanifan warga Desa Sawotratap, Kecamatan Buduran dengan berat 5,34 kilogram dan keempat Elmi Masrurotillah, warga Candi Jaya, Desa Candi, Kecamatan Candi dengan berat bandeng 5,24 kilogram.

Sutriman mengaku sebenarnya memiliki bandeng yang lebih besar di tambaknya. Namun ia mengaku kesulitan menangkap bandeng-bandeng tersebut karena rob (naiknya permukaan air laut ke daratan). “Rata-rata bandeng kawak saya berusia 8 tahunan. Kalau panjang 1,25 meter dan berat 10 Kg saya bisa memastikan masih ada. Tapi karena air tambak penuh jadi agak sulit menangkap,” katanya.

Sutriman mengatakan tidak ada perawatan khusus untuk membudidayakan bandeng kawak. “Perawatannya biasa seperti bandeng-bandeng umumnya cuma diberi makan rumput laut,” jelasnya. 

Sementara itu Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan kegiatan penimbangan dan lelang bandeng merupakan tradisi tahunan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. “Hasil lelang bandeng akan digunakan untuk misi sosial," imbuhnya.

Menurutnya kegiatan ini banyak efek positif yang diperoleh, salah satunya meningkatkan nilai pendapatan. “Akan tetapi harus ada inovasi agar menjadi destinasi wisata baru bagi Sidoarjo,” katanya.

Kepala Dinas Perikanan Pemkab Sidoarjo, M Sholeh menambahkan lelang bandeng kawak itu sebagai motivasi untuk petambak untuk mengembangkan budidaya ikan miliknya. Hal itu untuk meningkatkan penghasilan para petambak serta menggali dana sosial dari para pengusaha dengan melelang bandeng ke kalangan donatur (pengusaha).

Sholeh mengakui tahun ini hasilnya kurang maksimal karena ada rob. Namun ia memastikan kalau bandeng yang terpilih sebagai juara ini merupakan bandeng terbaik asli Sidoarjo. (mus/jee) 

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia