Kamis, 14 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo

Fety Susilawatie Bentuk Komunitas agar Siswa Disiplin di Jalan Raya

Kamis, 07 Dec 2017 06:00 | editor : Lambertus Hurek

GUGAH KESADARAN: Fety Susilawatie bersama pelajar yang tergabung dalam komunitas Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas.

GUGAH KESADARAN: Fety Susilawatie bersama pelajar yang tergabung dalam komunitas Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas. (MUS PUMADANI/RADAR SIDOARJO)

Semua berawal dari keprihatinannya melihat korban kecelakaan lalu lintas cukup tinggi. Di antara para korban itu adalah pelajar. Dari sinilah Fety Susilawatie membentuk komunitas Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas (PKB) di tempatnya mengajar. 

MUS PURMADANI

Wartawan Radar Sidoarjo

SETIAP hari Fety Susilawatie dan komunitas PKB ini melakukan pengecekan kendaraan bermotor milik siswa. Bagi mereka yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), motor tidak boleh diparkir di lingkungan sekolah. 

“Kami juga sering mengimbau kepada orang tua siswa agar mengantarkan anaknya ke sekolah, atau bisa dengan menggunakan sepeda angin,” jelas guru PPKn sekaligus Waka Kesiswaan SMAN 1 Gedangan ini.

Ia mengungkapkan sebenarnya komunitas ini sudah mulai dirintis sejak tahun 2012. Dengan kegiatan yang sudah dilakukannya, kata dia, tujuan membentuk komunitas PKB adalah mengajak siswa disiplin berlalu lintas.

Warga Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran ini mengatakan karena bentuknya komunitas (bukan ekstrakurikuler), seluruh siswa menjadi anggota komunitas tersebut. “Tapi ada yang aktif dan pasif. Komunitas ini juga ada kepengurusannya mulai dari ketua, wakil dan divisi-divisi lainnya,” paparnya.

Bahkan di komunitas PKB ini juga melibatkan Anak Berkebutuhan Khusus (AKB). Mulai tahun 2014 lalu, beberapa ABK diajak bergabung pula. Ternyata respons dari berbagai pihak bagus. 

Untuk ABK di SMAN 1 Gedangan, menurut Fety, juga dilibatkan dalam susunan pengurus inti tersebut. “Misalnya seperti membagikan stiker imbauan tertib berlalu lintas, lalu mengecek motor siswa yang masuk setiap pagi, hingga saling mengingatkan antar teman,” lanjutnya.

Fety mengatakan selain praktik langsung, peningkatan kesadaran berlalu lintas dilakukan melalui beberapa kegiatan. Di antaranya, mencanangkan lomba banner dan poster di setiap kelas. Bentuknya beragam dengan desain yang juga beragam. Para murid dituntut kreatif agar bisa jadi juara. Ada yang berupa imbauan menaati rambu dengan tulisan besar dan mudah terbaca. 

“Ada juga berupa diklat kesadaran berlalu lintas. Biasanya, mengundang polisi lalu lintas untuk membantu memberi materi,” pungkasnya. (*/jee)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia