Rabu, 13 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Polisi Antisipasi Dampak Kenaikan UMK Sidoarjo

Kamis, 07 Dec 2017 08:10 | editor : Lambertus Hurek

CARI SOLUSI: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji berdialog dengan buruh yang berunjuk rasa.

CARI SOLUSI: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji berdialog dengan buruh yang berunjuk rasa. (Guntur Irianto/Radar Sidoarjo)

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sidoarjo bakal naik dari Rp 3,2 juta menjadi Rp 3,5 juta tahun depan. Kenaikan UMK ini mulai diantisipasi Polresta Sidoarjo. Salah satunya kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan. 

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji kemarin menemui ratusan buruh yang berunjuk rasa karena diputus kontrak oleh perusahaan. Saat ini tercatat 22 ribu buruh di Kabupaten Sidoarjo. "Kami selalu membantu buruh dengan melakukan mediasi ke manajemen," katanya.

Bukan itu saja. Polisi juga diturunkan untuk memantau permasalahan yang terjadi antara buruh dengan perusahaan. Himawan berharap para pengusaha tidak begitu saja melakukan PHK. Sebab, dampak ikutannya sangat besar. "Intinya, kami berharap hubungan antara perusahaan dan buruh tetap harmonis. Ada hubungan saling menguntungkan," katanya.

Himawan mengaku bisa memahami sikap banyak pengusaha yang keberatan dengan kenaikan UMK setiap tahun. Apalagi kondisi ekonomi nasional cenderung melambat beberapa tahun terakhir. Meski begitu, Himawan berharap perusahaan menggunakan pendekatan yang baik agar tidak terjadi gejolak. "Kita upayakan win-win solution," katanya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia