Minggu, 17 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

PIN Diintip Teman, Uang 11 Juta di ATM Disisakan Hanya 500 Ribu

Rabu, 06 Dec 2017 21:58 | editor : Abdul Rozack

Grafis PIN di intipin

Grafis PIN di intipin (Grafis: Fajar)

Ini pelajaran bila sedang mengambil uang menggunakan ATM jangan mengajak teman ikut masuk ke ruang ATM. Masalahnya, teman anda ada peluang mengintip PIN. Kejadian ini dialami oleh  Pradityo,37, di Jalan Tambakjati 22, Surabaya. Isi ATM-nya diduga dikuras oleh SW, teman akrabnya.

Yuan Abadi-Wartawan Radar Surabaya

Hal ini diketahui, Pradityo setelah melihat saldo uang di ATM-nya terkuras. Padahal, dia tidak merasa mengambil uangnya. 

Belakangan setelah diselidiki, pelaku pembobolan ATM tersebut adalah SW, temannya asal Magelang. 

Pradityo menceritakan kasus pembobolan tersebut ia ketahui pada Jumat (17/11) lalu. Saat itu, dia hendak mengambil uang di ATM Gapura Surya. Namun, ia kaget lantaran saldo yang awalnya Rp 11 juta tinggal Rp 500 ribu. Padahal, ia tak merasa mengambil uangnya. 

“Kemudian saya menelepon pihak bank dan meminta klarifikasi terkait hilangnya uang saya. Kemudian pada sore harinya saya diberitahu pihak bank jika ada orang yang melakukan penarikan uang dua hari berturut-turut yakni tanggal 15-16 November,” ungkap Pradityo. 

Proses pengambilan uang melalui kartu ATM-nya tersebut dilakukan di tempat yang berbeda yakni di terminal penumpang Gapura Surya dan di ATM kantor Pelindo cabang Tanjung Perak. Setelah mengetahui hal itu, ia meminta bantuan pihak bank untuk mebuka rekaman CCTV di ATM tersebut. 

“Dari sanalah, akhirnya saya mengetahui pelaku pembobolan ATM saya. Saya kaget, lantaran pelakunya adalah teman saya sendiri, (SW,Red),” terangnya. 

Pradityo menerangkan, SW adalah teman yang sama-sama memiliki kedai di kawasan pelabuhan Tanjung Perak. Selain dari rekaman CCTV ATM, dugaan jika SW pelakunya lantaran ia sering mengajak pelaku untuk mengambil uang di ATM. 

“Kemungkinan, secara diam-diam dia mengawasi PIN ATM saya, sehingga begitu ada kesempatan ia mengambilnya,” terangnya. Dugaan kuat lain ialah SW menghilang setelah korban mengetahui jika uang di ATM-nya hilang.

Dia mengatakan kemungkinan, SW mengambil kartu ATM-nya di dompet saat ia sedang mencuci piring. Kemudian tanpa sepengetahuannya, pelaku mengambil kartu ATM dan menguras uangnya. Kemudian untuk menghindari kecurigaan, pelaku mengembalikan kartu ATM tersebut ke tempat semula. 

“Saya sudah laporkan kasus ini ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” terangnya. Selain laporan saya, barang bukti berupa rekaman cctv juga sudah diamankan polisi. 

Kanit Resmob Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Agung Saputra membenarkan adanya laporan tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. 

“Kami masih proses pengejaran, sebab setelah kami kejar ke Magelang, ternyata ia tak di lokasi,” ungkapnya.(*/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia