Minggu, 17 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Sidoarjo

Pengurus Dekesda Mulai Konsolidasi

Rabu, 06 Dec 2017 07:30 | editor : Lambertus Hurek

Ali Aspandi (kedua dari kiri) bersama pengurus Dekesda lainnya.

Ali Aspandi (kedua dari kiri) bersama pengurus Dekesda lainnya.

Hingga sekarang pengurus Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) belum dilantik. Padahal, musyawarah seniman untuk memilih ketua Dekesda pengganti Djoko Supriyadi digelar sebelum Lebaran lalu. Meski belum disahkan Pemkab Sidoarjo, Ketua Dekesda Ali Aspandi terus melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen kesenian di Kota Delta. 

Selain silaturahmi, Ali bersama sejumlah pengurus inti ingin mendapat masukan dari para seniman senior dan budayawan di Kabupaten Sidoarjo. Sejumlah tokoh yang disambangi antara lain Nonot Sukrasmono, pelukis dan guru seni rupa di Kecamatan Taman, Gatot Hartoyo, budayawan senior dan penulis sejumlah buku tentang sejarah Sidoarjo, hingga Henri Haryanto. Yang terakhir ini, meski bukan seniman, aktif mengadakan kegiatan seni budaya di Kota Delta. Termasuk ikut merintis pendirian pasar seni di Pondok Mutiara.

Sebagai ketua yang belum pernah menjadi pengurus Dekesda sebelumnya, Ali Aspandi ingin merangkul semua seniman dan budayawan di Kabupaten Sidoarjo. Termasuk mereka yang saat ini tinggal di luar Kota Delta. ''Kita ingin menggalang persatuan dan kekompakan bersama,'' ujar Ali kemarin.

Pria yang aktif membuat film independen itu menambahkan, para seniman dan budayawan di Kabupaten Sidoarjo selayaknya kompak dan bersatu dan selalu menjalin kebersamaan. Tidak perlu ada intrik dan gontok-gontokan di antara seniman. 

''Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada teman-teman seniman di Surabaya, jangan sampai kita baru kompak dan bersatu setelah ada kejadian seperti penggusuran fasilitas kesenian,'' ujar Ali.

Sementara itu, Henri Haryanto menyambut positif program anjangsana yang dilakukan Ali Aspandi bersama pengurus Dekesda. Dia berharap kiprah dewan kesenian bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya seniman. ''Selama ini saya adakan kegiatan tanpa dibantu dewan kesenian. Makanya, jangan heran kalau banyak teman yang bertanya dewan kesenian itu tugasnya apa,'' ujarnya. 

Ketua Forum Komunikasi Pelukis Sidoarjo (FKPS) ini juga meminta Dekesda untuk menggali potensi kesenian di Sidoarjo yang mulai dilupakan orang di era milenial ini. Henri menyebut contoh benda-benda pusaka Kerajaan Jenggolo. ''Coba perlihatkan kepada masyarakat benda-benda pusaka Jenggolo. Kalau nggak ada, ya silakan dibuat replikanya agar generasi muda tidak kehilangan jejak budaya Jenggolo,'' ujarnya. 

Bukan itu saja. Henri juga meminta pengurus Dekesda untuk menciptakan iklim berkesenian yang kondusif di Sidoarjo. Sehingga para seniman bisa unjuk karya tanpa terkendala biaya sewa gedung dan sebagainya. ''Saya sendiri sudah lama tidak bikin pameran karena kendalanya banyak,'' ujarnya. (nis/rek)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia