Minggu, 17 Dec 2017
radarsurabaya
icon-featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Perampokan Direncanakan Matang, Pelaku Didor

Ini Peran Masing-masing Pelaku, Korban Ternyata Sopir Uber Bukan Grab

Selasa, 05 Dec 2017 22:18 | editor : Abdul Rozack

BARANG BUKTI: Mobil Toyota Avanza dengan Nopol L 1537 PT milik korban Ali Gufron diamankan di Mapolres Bangkalan.

BARANG BUKTI: Mobil Toyota Avanza dengan Nopol L 1537 PT milik korban Ali Gufron diamankan di Mapolres Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

Rabu (29/11) sekitar pukul 10.00, Polres Bangkalan mendapatkan informasi, Zainal dan Dewi akan menjual mobil Avanza hasil rampokannya ke kawasan Kecamatan Klampis. Beruntung, polisi berhasil menciduk pasutri tersebut.

Saat ditangkap, Zainal berusaha kabur. Polisi langsung melubangi betis kanan pelaku dengan timah panas. Polisi terus melakukan pengembangan. Hasilnya, bisa menangkap Rusdianto di rumahnya.  Selanjutnya Febry diciduk di Nganjuk.

Sejumlah barang bukti juga diamankan polisi. Di antaranya, fotokopi BPKB dan STNK beserta mobil Avanza, pisau panjang. Selain itu, SIM A atas nama Ali Gufron, beberapa baju, celana, jaket, dan dua unit HP.

Saat diperiksa pemyidik, Zainal mengaku sejak awal merencanakan untuk melakukan perampokan. Dia membunuh Ali Gufron untuk menguasai barang berharga milik korban.

Dia mengungkapkan, uang hasil perampokan dari penjualan mobil rencananya untuk biaya hidup sehari-hari dengan istrinya. Selain itu, buat senang-senang dengan pelaku lainnya. ”Saya khilaf,” ucapnya.

Sementara Dewi enggan mengomentari aksi perampokan disertai pembunuhan itu. Dia hanya mengaku sebagai istri Zainal. ”Saya dengan Mas Zainal telah menikah siri,” ucapnya sambil menundukan kepala.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha mengatakan, polisi telah berhasil menangkap empat pelaku. Mereka mengakui perbuatannya. ”Ini berkat kerja keras anggota sehingga para pelaku berhasil ditangkap,” terangnya kemarin (5/12).

Dia mengungkapkan, Zainal berperan sebagai pencari mangsa juga sebagai eksekutor, dan menjual mobil rampokan. Febry yang membawa pisau milik Zainal, ikut di dalam mobil Avanza sebelum melakukan pembunuhan. Dia juga membantu Zainal mengangkat mayat korban.

Selanjutnya, Dewi memiliki peran menyediakan HP untuk suaminya, Zainal. Dia juga mengambil dompet korban, serta ikut dalam mobil tersebut sebelum pembunuhan. Serta menyakinkan korban, berpura-pura akan menjemput anaknya.

Rusdianto memiliki peran meyedikaan kunci inggris, membakar jaket Zainal, dan dompet korban. Dia juga mengambil uang Rp 70 ribu milik korban dan membersihkan baju Zainal dan Febry yang terdapat bercak darah. Dia juga menyuruh Febry menyimpan pisau panjang di kandang ayam.

”Modus operandinya, pelaku menyewa taksi online Uber (bukan Grab seperti berita sebelumnya) di Surabaya menggunakan aplikasi orang lain,” ungkapnya. 

Perwira polisi asal Aceh itu menambahkan, akibat perbuatan tersebut, Febry, Rusdianto, Zainal, dan Dewi dijerat pasal 340 KUHP dan/atau 338 KUHP dan/atau pasal 365 ayat (3) KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Mereka diancam hukuman pidana seumur hidup dan mati.(bam/onk/JPRM/no)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia